Libatkan Ibu Rumah Tangga, Peredaran Obat-obatan Terlarang di Garut Dinilai Memprihatinkan

- 17 Oktober 2021, 20:06 WIB
Ilustrasi obat-obatan terlarang.
Ilustrasi obat-obatan terlarang. /Pixabay/dertrick

PIKIRAN RAKYAT - Peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Garut saat ini sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Peredarannya kini sudah merambah ke pelosok desa dan yang lebih memprihatinkan lagi pengedarnya melibatkan ibu rumah tangga.

Peredaran obat-obatan terlarang di pelosok desa di wilayah Kabupaten Garut pun saat ini telah melanda beberapa daerah di wilayah selatan Garut. Salah satu daerah yang tingkat peradaran obat-obatan terlarangnya cukup memprihatinkan adalah kawasan Kecamatan Cibalong.

Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) dan Tim Sancang Polres Garut yang menerima informasi maraknya peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kecamatan Cibalong pun langsung terjun ke lapangan. Mereka langsung melakukan penyelidikan guna mendalami sejauh mana kebenaran dari informasi yang didapatkan selama ini.

"Kami mendapatkan informasi maraknya peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kecamatan Cibalong sehingga bersama Tim Sancang, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan," ujar Kasat Narkoba Polres Garut, AKP Maolana, Minggu 17 Oktober 2021.

Baca Juga: Ayah Baim Wong Beri Komentar 'Pedas' Soal Kasus Kakek Suhud: Nasibmu lah...

Dikatakannya, hasil penyelidikan ternyata informasi tersebut memang benar adanya. Di wilayah Kecamatan Cibalong memang telah terjadi peredaran obat-obatan terlarang yang cukup memprihatinkan.

Bahkan tutur Maolana, penggunaan obat-obatan terlarang di wilayah ini sedang trend saat ini. Tak heran kalau peredaran obat-obatan terlarang di daerah ini menjadi keprihatinan karena dianggap telah sangat meresahkan masyarakat.

Ia menyampaikan, pihaknya berhasil mengungkap peredaran obat-obatan terlarang hingga ke daerah pelosok di wilayah Kecamatan Cibalong. Mirisnya, obat-obatan terlarang di daerah ini banyak digunakan oleh para remaja bahkan anak di bawah umur serta anak-anak sekolah.

"Dari penyelidikan yang dilakukan, akhirnya kami berhasil membongkar jaringan tingkat desa di wilayah Cibalong ini. Kondisinya memang sudah cukup memprihatinkan karena penggunanya kebanyakan remaja dan anak di bawah umur bahkan ada juga anak-anak yang masih sekolah," katanya.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X