Revitalisasi Museum Prabu Geusan Ulun dan Keraton Sumedang Larang akan Didorong Lagi Tahun Depan

- 17 Oktober 2021, 19:49 WIB
Ilustrasi. Pihak Keraton Sumedang Larang menurunkan 7 benda pusaka peninggalan para raja Sumedang Larang untuk untuk dicuci dan dibersihkan pada tradisi jamasan mulai tanggal 1 Mulud, Jumat 8 Oktober 2021 lalu di  Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) komplek Srimanganti, Sumedang.
Ilustrasi. Pihak Keraton Sumedang Larang menurunkan 7 benda pusaka peninggalan para raja Sumedang Larang untuk untuk dicuci dan dibersihkan pada tradisi jamasan mulai tanggal 1 Mulud, Jumat 8 Oktober 2021 lalu di Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) komplek Srimanganti, Sumedang. /PIKIRAN RAKYAT/Adang Jukardi

PIKIRAN RAKYAT - Pemkab Sumedang akan mendorong kembali revitalisasi Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) dan Keraton Sumedang Larang (KSL).

Revitalisasi itu, sempat tertunda gara-gara pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini.

"Itu lah informasi yang saya dapatkan hasil koordinasi dengan Pemkab Sumedang terkait revitalisasi MPGU dan KSL. Mudah-mudahan, revitalisasi ini bisa secepatnya terwujud," ujar Radya Anom KSL, Luky Djohari Soemawilaga kepada Kontributor Pikiran-Rakyat.com di Sumedang, Minggu 17 Oktober 2021.

Dia mengatakan, revitalisasi MPGU dan KSL, sedianya akan dilaksanakan tahun depan. Hal itu, seiring pandemi Covid-19 mulai melandai di kota tahu.

Baca Juga: Ayah Baim Wong Beri Komentar 'Pedas' Soal Kasus Kakek Suhud: Nasibmu lah...

"Tahun lalu, sebulan projek revitalisasi akan dilelangkan, keburu Covid-19 datang. Akhirnya, ditunda karena anggarannya terkena refocussing. Padahal, biayanya sudah teranggarkan dalam APBD Rp 3 miliar dari kebutuhan Rp 16,7 miliar. Nah, 2022 revitalisasi akan didorong kembali. Semoga terealisasi," kata Luky.

Dengan revitalisasi MPGU dan KSL itu, kata dia, diyakini akan menciptakan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumedang, termasuk di Jawa Barat. Pasalnya, MPGU dan KSL itu memuat potensi yang sangat besar bagi pengembangan pariwisata dan budaya.

"Untuk pengembangan potensi, tentunya butuh penataan dan revitalisasi kawasan. Perlu juga, melengkapi koleksi museum, meningkatkan pelayanan kepada para pengunjung, meningkatkan kualitas SDM serta mengoptimalkan manajemen museum," tuturnya.

Menurut Luky, keberadaan MPGU pun perlu dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang. Sebab, sarana penunjang yang sekarang dinilai masih terbatas. Bahkan tak dipungkiri, kondisi MPGU tertinggal dan masih bersifat museum konvensional serta konservatif.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X