Petani Sukabumi Terancam Punah

- 8 Juni 2017, 06:15 WIB
PETANI membajak sawah.*

PULUHAN petani, Kampung Babakan, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi terlihat bangga. Dengan memakai baju loreng yang dibagi-bagikan personil Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0607, Sukabumi usai melaksanakan kegiatan tanam padi bersama tentara, mereka mengaku merasa regreg alias tenang.

Mengapa tidak, kendati kegiatan tanam padi bersama institusi pemerintah dan militer sudah sering dilakukan. Tapi keceriaan saat personil tentara turut serta bercocok tanam membantu menanam bibit padi membuat mereka senang. 

“Mereka mengaku regreg masih pedulinya tentara membantu petani bercocok tanam. Para petani berharap, tentara terus melakukan pendampingan saat memasuki cocok tanam hingga penan tiba,” kata Lurah Babakan, Yudi. 

Sebenarnya, kata Yudi, rasa haru dan  menyelimuti wajah para petani yang rata-rata berusia sepuh. Hampir setiap hari mereka mengaku galau seiring minimnya animo generasi muda bertani. “Mereka sangat cemas, terus berkurangnya jumlah petani. Mereka sama sekali tidak mampu membayangkan lahan garapan akan ditinggalkan para penggarapnya,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Sukabumi,  Kardina Karsoedi, membenarkan tidak hanya mempredikisi lahan pertanian  akan terus mengalami penyusutan. Tapi eksistensi sosok petani juga mengalami serupa.

Dari data jumlah petani yang tersebar di tujuh kecamatan diperkirakan hanya tersisa lebih dari  5.000 orang. Sementara sebagian  besar petani yang tersebar di 150 kelompok tani, diperkirakan lebih  dari 60 persen berusia senja.  Kalau pun ada para petani muda lebih memilih profesi sebagai petani sayur mayur.

“Sebagian besar petani di Kota Sukabumi berusia sepuh. Hampir setiap bulan, petani terus berkurang karena meninggal dunia, karena faktor usia.  Tidak menutup kemungkinan petani akan punah,” katanya.

Lahan pertanian terus berkurang

Selain itu, Kardina Karsoedi memprediksi lima tahun kedepan lahan pertanian  akan terus berkurang. Lahan pertanian di Kota Sukabumi,  kini hanya menyisakan 1.485 hektar. Padahal setahun sebelumnya mencapai  1.583 hektar.   

Halaman:

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X