Kamis, 2 April 2020

LSM Lodaya Tuntut Oknum Jasa Nakal Hengkang dari Karawang

- 27 April 2017, 07:20 WIB
SALAH seorang pengunjuk rasa memperagakan tarian pencak silat saat menggelar aksinya di depan kantor Kejaksaan Negeri Karawang, Kamis 27 April 2017. Mereka menuntuk oknum jaksa yang karap meminta-minta jatah proyek kepada pejabat Karawang segera dipindahkan ke luar Karawang.*

KARAWANG, (PR).- Puluhan massa yang tergabung dalam LSM Lodaya Karawang berunjuk rasa. Mereka melakukan unjuk rasa ke kantor Kejaksaan Negeri setempat, Kamis 27 April 2017. Mereka menuntut, agar oknum jaksa yang sering meminta jatah proyek dipindahkan dari Karawang. Selain itu, mereka juga menanyakan tindak lanjut Kejaksaan dugaan penyimpangan keuangan di tubuh PDAM Titra Tarum Karawang. Laporan tersebut telah disampaikan LSM Lodaya sejak tiga pekan silam. "Berdasarkan informasi dari beberapa pimpinan OPD, ada oknum jaksa setingkat kasi yang minta jatah proyek. Oknum tersebut meminta jatah kepada pejabat pelaksana pembangunan. Saya minta jaksa semacam itu hengkang dari Karawang," kata Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, saat berorasi. Menurut Nace, ulah oknum jaksa tersebut sangat melecehkan masyarakat Karawang. Sebab, akibat ulahnya sejumlah program pembangunan di Karawang menjadi terhambat. Selain itu, lanjut Nace, oknum itu telah mengkhianati sumpah janjinya sebagai abdi hukum. "Seorang jaksa seharusnya bekerja untuk menegakan hukum, bukannya menakut-nakuti pejabat Pemkab Karawang yang akhirnya minta jatah proyek," kata Nace. Dalam kesempatan itu, Nace mengancam akan membeberkan nama oknum jaksa nakal tersebut, jika yang bersangkutan masih tetap meminta-minta jatah proyek. "Pengakuan beberapa kepala dinas dan pemborong sudah ada pada saya," ujarnya. Nace menyebutkan, perilaku jaksa nakal sebenarnya bukan pertama kali terjadi di Karawang. Sebelumnya, ada jaksa yang melakukan hal serupa, tetapi dia langsung dipindahkan setelah rakyat beramai-ramai turun ke jalan. "Silakan buka dokumen kejaksaan. Urang Karawang pasti akan mengusir oknum penegak hukum seperti itu," katanya. Selain menuntut pemindahan jaksa nakal, massa Lodaya juga meminta Kejari Karawang untuk serius menindaklanjuti laporan dugaan korupsi. Dugaan korupsi ini atas kasus piutang PDAM Tirta Tarum yang mencapai sekitar Rp 21 miliar. Mereka juga mempertanyakan progres pengusutan proyek upreting PDAM Tirta Tarum yang diduga sarat penyimpangan. Namun aksi massa LSM Lodaya tersebut tidak ditanggapi oleh pejabat Kejaksaan setempat. Kajari dan para kepala seksi kejaksaan tidak ada yang menemui massa dengan dalih sedang ada kegiatan di luar kantor. Perwakilan pengunjuk rasa hanya diterima oleh sejumlah staf kejaksaan yang tidak punya kebijakan apapun. Akibat hal tersebut, massa LSM semat tersulut emosinya. Mereka sempat melempar beberapa benda ke halaman kantor kejaksaan. Namun, sebelum massa bertindak anarkis, Nace Permana meredam emosi anak buahnya. Akhirnya, sejumlah staf kejaksaan mempersilakan perwakilan pengunjuk rasa masuk ruangan. Mereka berjanji akan menyampaikan tuntutan massa ke pimpinannya. ***


Editor: Dodo Rihanto

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X