Selasa, 18 Februari 2020

Jimmy Ngamuk, Akibat Kebanyakan THL, ASN Jadi Malas

- 26 April 2017, 06:00 WIB

KARAWANG, (PR).- Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsyari menilai jumlah tenaga harian lepas (THL) di lingkungan Pemkab Karawang terlalu banyak. Akibatnya, pegawai yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi malas bekerja. Akibat lebih jauh, lanjut Jimmy, banyak program kerja tidak terlaksana tepat waktu. "Akhirnya Pemerintah Kabupaten Karawang mendapat raport merah. Raport ini didapat langsung dari Kemenpan RB," ujar Jimmy seusai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan setempat, Rabu 26 April 2017. Menurutnya, selain menghamburkan anggaran, jumlah THL yang terlalu banyak membuat ASN tidak mau mengerjakan tugas harian. Mereka mempercayakan tugas-tugas tersebut kepada THL. Padahal, tugas itu hanya tugas ringan yang dapat dikerjakan semua pegawai. Disebutkan, keberadaan THL sebenarnya dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu yang memerlukan keahlian khusus. "Misalalnya satu OPD tidak punya tenaga teknologi informasi (IT), maka OPD tersebut boleh mengangkat THL," katanya. Menurut Jimmy, jika yang dibutuhkan hanya tenaga untuk memasukan data dengan menggunakan aplikasi sederhana, OPD tidak perlu mengangkat THL. Pekerjaan itu bisa dilakukan oleh staf berstatus ASN. Disebutkan, berawal dari keberadaan THL itu, muncul rasa malas pada pegawai dengan status ASN. "Mau bikin SPJ atau ngetik surat aja menyuruh THL. Padahal itu pekerjaan mereka. Imbasnya, penyerapan anggaran kacau, pelayanan publik juga kacau," ujar Jimmy dengan nada kesal. Menurutnya, kondisi tersebut sudah dilaporkan kepada Bupati Cellica Nurrachadiana. Sebab, keberadaan THL yang terlalu banyak telah berpengaruh terhadap kinerja ASN. Disebutkan, pula dirinya akan menertibkan keberadaan THL yang tidak diperlukan pada masing-masing OPD. Namun, THL yang memang dibutuhkan dan keberadaannya diangap penting, tetap akan dipertahankan. Menurutnya, hampir sebagian besar OPD mengangkat tenaga THL tanpa berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD SDM). "Jumlahnya sangat banyak, di Distan saja lebih kurang ada 70 THL. Kalau di Dinkes memang sedikit, tetapi di Puskesmas-Puskesmas banyak juga," katanya. Menurut Jimmy honor untuk membayar THL itu ditentukan oleh masing-masing OPD. Dananya ada yang berumber dari APBD Karawang, Provinsi, dan Pemerintah Pusat "Nilai honor bervariatif, dana yang 700 ribu rupiah, ada pula yang dibayar 1,2 juta rupiah," katanya.***


Editor: Dodo Rihanto

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X