Jumlah ODGJ Naik 20 Persen, Hilang Penghasilan Jadi Penyebabnya

- 12 Oktober 2021, 12:10 WIB
Ilustrasi kesehatan mental.
Ilustrasi kesehatan mental. /Pixabay/Małgorzata Tomczak

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi Covid-19 dengan segala akibatnya termasuk ragam ketidakpastian situasi membuat kasus orang dengan gangguan kesehatan mental terus meningkat di Jawa Barat.

Peningkatan kunjungan pasien cemas di RSJ Pemprov Jabar di Cisarua hingga Agustus 2020 meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya.

Direktur RSJ Jabar dr. Elly Marliyani menuturkan, kondisi pandemi Covid-19 berdampak pada tekanan psikologis yang berat di berbagai sektor. Banyak masyarakat yang cemas dan khawatir dengan kondisi pandemi Covid-19.

"Sementara itu stigma terhadap fasilitas kesehatan jiwa masih kerap ditemui. Hal ini berdampak pada masyarakat yang kesulitan mengenali masalah kesehatan jiwanya,“ ujar Elly pada Humas Jabar, Senin 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Ridwan Kamil Salat Istikharah Usai Digoda Gabung Partai Politik untuk Pilpres 2024

Data Dinas Kesehatan Jawa Barat menyebutkan, pada 2020, terjadi peningkatan orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) sebanyak 20 persen yang dirawat di RSJ Cisarua saat Covid-19 melanda.

Menurut dia, pasien ODGJ itu berasal dari beragam daerah di antaranya kabupaten di Jabar yang memiliki sentra industri besar. Sehingga, sangat dimungkinkan ada hubungan antara kehilangan penghasilan dengan bertambahnya ODGJ di RSJ Cisarua, Bandung Barat.

Konsultasi

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) kini terus dikembangkan oleh Jabar Digital Service untuk memfasilitasi ragam dampak pandemi di Jawa Barat, termasuk akses layanan kesehatan bagi warga yang menderita gangguan kesehatan mental selama isoman.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X