Akibat Banjir, 1.200 Hektare Sawah Harus Ditanam Ulang

- 2 April 2017, 13:28 WIB

SUMBER, (PR).- Ribuan hektare sawah milik petani di 4 kecamatan di Kabupaten Cirebon, terpaksa harus ditanam ulang. Banjir yang melanda kawasan itu membuat tanaman padi mati.

Salah seorang petani di Kecamatan Suranenggala, Suganda, mengaku bahwa banjir pada pertengahan Februari 2017 lalu telah membuat tanaman padi seluas 4 hektare miliknya mati karena membusuk. Dia pun terpaksa harus melakukan tanam ulang. "Padahal harusnya sudah mau panen. Tapi sekarang umur tanaman padi saya baru sebulan," ungkapnya. 

Umur tanaman padi yang mengalami proses tanam ulang saat ini rata-rata baru berumur 15-40 hari. Tanaman itu diperkirakan baru akan mengalami panen sekitar Juni 2017. 

Menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, upaya menanam ulang akibat banjir telah merugikan petani. Pasalnya, modal tanam yang telah dikeluarkan jadi terbuang sia-sia. 

"Kerugian yang diderita petani tidak sedikit. Untuk petani yang lahannya telah dipupuk, besaran kerugian sekitar Rp 5 juta per hektare. Sedangkan petani yang lahannya belum dipupuk, kerugiannya kurang lebih Rp 3,5 juta per hektare," katanya.

Tak hanya kerugian materi, lanjut Tasrip, para petani juga kehilangan waktu tanam. Pasalnya, tanaman yang seharusnya saat ini sudah mulai panen, justru harus diulang dari awal. "Pastinya panen jadi mundur, sekitar Juni 2017 baru mulai panen," kata Tasrip.

Mundurnya panen, katanya, otomatis mundur juga musim tanam gadu. Musim tanam gadu juga baru akan dimulai Juni. Padahal, Juni sudah masuk musim kemarau, sehingga areal tanaman padi bakal menghadapi resiko kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi, yang dikonfirmasi mengungkapkan, akibat banjir, ada sekitar 1.200 hektare tanaman padi yang harus tanam ulang. Adapun areal persawahan yang harus melakukan tanam ulang itu berada di Kecamatan Kapetakan, Suranenggala, Panguragan, dan Gegesik. Ali mengatakan, pelaksanaan tanam ulang dilakukan sejak bulan lalu.***

Editor: Ani Nunung Aryani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network


x