Diserang Hama Blas, Petani Sukabumi Dibayangi Gagal Panen

- 6 Maret 2017, 10:45 WIB

SUKABUMI, (PR).- Serangan hama blas kini mengancam ratusan hektar lahan pertanian di Sukabumi. Serangan hama ini terjadinya seiring cuaca ektrem yang mengganggu kesinambungan aktivitas para petani.

Di Kota Sukabumi, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) menyatakan siaga satu setelah lebih  700 hektare dari 1.540 hektare tanaman padi yang tersebar di  tiga kecamatan terpapar hama blas.

Para petani diminta membakar tanaman padi yang terpapar hama karena dikhawatirkan menular pada tanaman padi lainnya. Apalagi potensi penyebarannya dikhawatirkan semakin tinggi seiring intensitas hujan semakin meningkat.

Sementara di Kabupaten Sukabumi, hama blas kini melanda para petani di Kampung Awi Lega Rt 04 Rw 03, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar. “Kendati jamur pada tanaman hanya pada spot-spot tertentu. Tapi semakin meluas sehingga panen musim ini dikhawatirkan gagal,” kata warga Kertaraharja, Dudun.

Dudun mengatakan gagal panen semakin terlihat ketika panen musim awal tahun ini.  Sebagian petani mengeluhkan lahan persawahan padi sekitar empat are hanya menghasilkan kurang lebih 1, 5 kwintal gabah. Padahal sebelumnya bisa menghasilkan sekitar 5 kwintal gabah. “Sebagian  besar butir padi kosong karena diserang hama tersebut,” katanya.

Keluhan serupa kini dirasakan para petanu di Kampung Tanjakanlengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar. Para petani mengatakan, sebagian besar tanaman padi kini dipenuhi jamur. Akibatnya  produksi petani berkurang hingga hampir setangah. "Saat panen kami hanya berhasil mengumpulkan padi kurang dari 20 persen dari luas lahan mencapai dua hektar. Sebagian besar butiran padi kondisi kosong,” kata warga Parakan Lima, Yuswandi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi mengatakan, seluruh petugas lapangan melakukan pemantauan secara intensif. Begitupun para petani terlebih dahulu mengeringkan areal persawahannya.  Kendati   intensitas curah hujan saat ini sangat tinggi, diharapkan langkah tersebut dapat memutus mata rantas hama blas.

“Langkah cepat memutus mata rantai serangan hama blas, dihimbau para petani untuk mengeringkan lahannya. Setelah beberapa  hari proses pengeringan, petani dapat segera beraktivitas sedia kala,” katanya.***

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X