Jumat, 24 Januari 2020

Kertajati Aero City Terbentuk, Majalengka Akan Dibagi Kabupaten-Kota

- 26 Februari 2017, 09:54 WIB

MAJALENGKA,(PR).- Bupati Majalengka akan menjadikan Kabupaten Majalengka menjadi dua wilayah, kabupaten dan Kota Madya Majalengka, setelah Bandara Internasiolan Jawa Barat di Kertajati kelak beroperasi dan kawasan Kertajati Aero City terbentuk. Perlunya pembentukan dua wilayah kabupaten dan kota diapresiasi Ketua DPRD Majalengka Tarsono D Mardiana dengan alasan wilayah akan lebih maju pelayanan masyarakat akan lebih mudah. Menurut Bupati Majalengka Sutrisno dihadapan masyarakat Ligung, yang juga tempat kelahirannya, dibentuknya dua wilayah ini karena wilayah Utara pembangunannya akan maju lebih pesat karena berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang, wilayah utara Majalengka mulai dari Kecamatan Kasokandel, Ligung, Jatiwangi dan Sumebrjaya ini akan menajdi kawasan industri serta jalur lalu lintas kendaraan besar dan kecil termasuk jalur lintasan menuju bandara. “Setelah kabupaten Majalengka terbagi dua, kabupaten dan kota madya, pusat ibu kota, kota madya nanti akan ada di Kecamatan Ligung. Jadi persiapan masyarakat harus dilakukan sejak sekarang,” ujar Bupati Sutrisno. Dia menyebutkan pusat pemerintahan akan dilakukan di Desa Buntu yang wilayahnya berdekatan dengan Markas TNI dan pangkalan Udara Lanud Sugiri Sukani. Di wilayah tersebut luas lahan yang tersedia masih sangat memadai bahkan cukup luas. Malah kawasan industripun akan diarahkan ke wilayah Ligung. Dan kini sudah ada sejumlah onvestor yang akan membangun pabriknya di kawasan Ligung seperti pabrik sepatu ternama, garmen dan sejumlah industri lainnya. Tahap persiapan yang kini akan dilaksanakan untuk menjadi kota madya ini antara lain adalah sejumlah ruas jalan akan diperlebar, malah ruas jalan Bongas-Ligung yang sekarang selebar 5 meter akan diperlebar menjadi 22 m. Ruas Majalengka-Jatiwangi-Ligung-Jatitujuh-Kertajati menuju akses bandara juga diperlebar. Demikian halnya ruas jalan Bantarwaru-Ligung dan Berber-Randegan Wetan-Wanasalam. Untuk Majalengka-Jatiwangi kini tinggal menuntaskan di wilayah Sutawangi tepatnya di Blok Kapur yang kini belum tuntas dan rencananya pelebaran dituntaskan tahun ini. Anggaran untuk pelebaran sejumlah ruas jalan tersebut disampaikan Sutrisno sudah diajukan melalui APBN dan diharapkan akan segera terealisasi. Selain pembangunan infrastuktu jalan dan pendukung lainnya Sutrisnopun mengatakan, pihaknya akan membangun kawasan wisata disepanjang aliran sungai Sindupraja yang mengalir dari arah Bendung Rentang hingga Ligung. Kini masterplan untuk pembangunan wisata tengah dikerjakan oleh konsultan dari Universitas Padjadjaran. “Ada sejumlah proifesor dari Unpad yang mengerjakan masterplan tesrebut, anggaran untuk masterplan susah dialokasikan dari APBD murni tahun ini,” ungkap Sutrisno. Ketua DPRD Tarsono mengatakan pemekaran wilayah selalu membawa dampak lebih baik pada perkembangan pembangunan infrastuktur dan ekonomi masyarakat, karena pemerintah akan lebih fokus dalam mengurus masyarakatnya. Semakin kecil wilayah rentang kendali pemerintahan akan lebih pendek. “Manakala wilayah dibagi lebih kecil maka masyarakat akan kebih terurus. Karenanya pembagian Kabupaten Majalengka menjadi dua wilayah baik untuk dilakukan. Namun itu setelah semua indikator mendukung untuk hal tersebut ,” ungkap Tarsono.***


Editor: Tati Purnawati

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X