Rabu, 19 Februari 2020

Budi Budiman Dipastikan Kembali Pimpin Kota Tasikmalaya

- 16 Februari 2017, 08:01 WIB
Walikota Tasikmalaya Budi Budiman saat memberikan hak suaranya pada Pemilihan Kota Tasikmalaya, Rabu 15 Februari 2017.

TASIKMALAYA,(PR).- Komisi Pemilihan Umum Kota Tasikmalaya memastikan petahana Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman akan kembali memimpin Kota Tasikmalaya pada periode pemerintahan 2017-2022. Berdasarkan hasil  hitung  cepat TPS (form C1) Kota Tasikmalaya yang rampung, Kamis, 16 Februari pukul 04.10, Budi yang didampingi Muhammad Yusuf beroleh suara tertinggi yakni 151.921 suara atau 40.05 %.

Raihan suara Budi-Yusuf unggul tipis atas pasangan calon wali kota nomor tiga, Dede Sudrajat- Asep Hidayat dengan 141.890 suara (37.40 %). Sementara  paslon nomor satu, Dicky Candranegara-Denny Romdony meraih suara terkecil yakni sebanyak 85.524 (22.55 %).
 
Dari hasil hitung KPU Kota Tasikmalaya, Budi-Yusuf  unggul hampir di seluruh kecamatan di antaranya di Kecamatan Bungursari, Cihideung, Kawalu, Mangkubumi, Purbaratu, dan Tamansari.  

Ketua KPU Kota Tasikmalaya Cholis Muchlis menuturkan, hasil perhitungan  yang dirilis KPU Kota Tasikmalaya  masih berupa hasil sementara. Namun, Cholis memastikan hasil perhitungan resmi yang akan diumumkan pada 22 Februari 2017 mendatang tidak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat TPS.

“Perbedaan perhitungan saat ini dengan yang akan diumumkan secara resmi hanya pada akses legalitas. Subtansinya kurang lebih sama.  Kenapa sama? Karena basisnya sama, menggunakan formulir C1,  kalau beda wajib diklarifikasi,”  ucap  Cholis.

Cholis belum memastikan apakah hasil perhitungan tersebut dapat diterima oleh seluruh paslon Wali Kota Tasikmalaya atau tidak. Namun, KPU Kota Tasikmalaya mempersilakan paslon yang merasa keberatan untuk menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Kami siap saja jika dituntut di MK, namun aturannya gugatan bisa dilayangkan tiga hari setelah pleno penetapan pemenang pilkada, jadi sekitar 25 Februari. Kami mengetahui,  ada calon yang melakukan proses penghitungan sendiri, itu harus diungkapkan. Namun, KPU juga siap melawan karena  hasil perhitungan kami memiliki dasar yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Cholis. ***


Editor: Windiyati Retno Sumardiyani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X