Tiga Kasus Pencabulan Terungkap Dalam Setengah Bulan

- 16 Januari 2017, 14:43 WIB
KASATRESKRIM Polres Cianjur Benny Cahyadi memberikan keterangan terkait kasus pencabulan yang terjadi dalam sepekan terakhir di Mapolres Cianjur, Jalan Abdullah bin Nuh, Kabupaten Cianjur, Senin 16 Januari 2017. Banyaknya kasus pencabulan menuntut koordinasi kepolisian dan sejumlah instansi dalam menekankan tindak preventif.*

CIANJUR, (PR).- Satuan Reskrim Polres Cianjur mengungkap lima kasus pencabulan yang terjadi dalam sepekan di pertengahan Januari 2017. Tiga kasus terakhir cukup menghebohkan karena dua pelaku di antaranya adalah guru mengaji. Kasus pencabulan itu sama-sama menimpa pelajar dengan rentang usia 14–16 tahun. Satu seorang korban bahkan tengah mengandung janin berusia 7 bulan.

Kasatreskrim Polres Cianjur, Benny Cahyadi, menuturkan, kasus kali ini cukup menghebohkan karena dua dari tiga pelaku merupakan guru mengaji, dengan modus yang klasik bahkan hingga mengada-ngada berbekal identitas keagamaan mereka. "Modusnya dari belajar mengaji sampai ke kedok pengobatan. Satu di antaranya menggunakan senjata tajam untuk melakukan tindak pengancaman agar korban mau melayani dia," kata Benny di Mapolres Cianjur, Senin 16 Januari 2017.

Ia membenarkan, dua dari pelaku merupakan guru mengaji, yakni LH (41) dan RS (41). Sementara satu pelaku lainnya, AU (39), merupakan seorang nelayan dari Cianjur selatan dan menjadi satu-satunya pelaku yang menggunakan senjata tajam saat beraksi.

Menurut keterangan pelaku AU, pencabulan yang dilakukan pada salah seorang korbannya berawal ketika pelaku mendapati korban tengah bersetubuh dengan pasangannya di sebuah saung. Melihat adanya kesempatan, AU pun awalnya memeras korban dan mengancam akan melaporkan tindakannya ke orangtua korban.

"Korban ketakutan dan meminta pelaku tidak melaporkannya. Di sana, pelaku merasa ada celah untuk melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang pada korban," ucapnya.

Setelah mendapatkan telefon genggam, AU juga memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Korban diancam oleh senjata tajam dan juga video tindak tidak senonoh korban dan pasangannya yang akan disebarkan jika kemauan pelaku ditolak. Diketahui, tindak asusila dilakukan di kawasan Cidaun, Cianjur selatan.

Sementara itu, kisah berbeda didapatkan dari dua orang guru mengaji. LH asal Karangtengah, Kabupaten Cianjur yang tega mencabuli murid mengajinya sebanyak 10 kali hingga hamil. ”Dia bilang awalnya sering ada obrolan panjang antara keduanya, timbul perasaan dan akhirnya terjadi tindak menyimpang itu. Pelaku melakukannya di warung dan rumah neneknya," ujarnya.

Bersama dengan penangkapan LH, turut diamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian gamis perempuan, celana, kaus, dan kain sarung. 

Guru mengaji lainnya, RS (28) melakukan tindak pencabulan dengan modus metode pengobatan fiktif. Dalam pengakuannya di depan awak media, ia menjerat korbannya dengan mengatakan jika terdapat jin di dalam tubuh korban. Saat merasa korban percaya dan ketakutan, pelaku pun menawarkan jasa pengobatan.

Halaman:

Editor: Shofira Hanan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X