Rabu, 3 Juni 2020

Harga Cabai di Sukabumi Merangkak Naik

- 16 Oktober 2016, 20:03 WIB
ANI (30), merapikan cabai keriting dagangannya di Pasar Antri Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi, Selasa 27 September 2016. Sudah 4 hari terakhir harga cabai merah dan cabai keriting mengalami kenaikan dari semula Rp 28.000 kini mencapai Rp 44.000 per kilogram.*

SUKABUMI, (PR).- Harga cabai merah dan cabai rawit hijau di sejumlah pasar tradisioal di Kota Sukabumi terus merangkak naik. Harga cabai merah yang sebelumnya di kisaran Rp 40.000 kini tembus hingga Rp 60.000 per kg. Harga cabai merah naik hingga 30 persen. Kenaikan ini diperkiran akan terus terjadi seiring pasokan dari petani terus berkurang. Begitupun harga cabai rawit hijau naik hingga 21 persen. Dari harga sebelumnya hanya kisaran Rp 18.000 hingga Rp. 20.000 per kg, kini menjadi Rp. 32.000 per kg. “Kami memperkirakan kenaikan kedua komoditi dipicu pasokan dari petani sayur mayur mengalami penurunan. Sementara permintaan tetap yang mengakibatkan harga terkoreksi naik,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, Wahyu Setiawan, Minggu, 16 Oktober 2016. Wahyu mengatakan, kenaikan serupa terjadi pada komoditas sayur. Seperti harga bawang merah semula Rp 26.000 kini menjadi Rp 30.000 hingga Rp 32.000 per kg. Harga kol kini sampai Rp 6.000 per kg. Begitupun wortel yang semula Rp 6.000 per kg kini menjadi Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kg. “Memang terjadi kenaikan harga sayur mayur. Dari hasil pemantaun disejumlah pasar tradisional merupakan dampak dari pengaruh cuaca yang berimbas para petani gagal panen. Sayur mayur membusuk karena terus menerus diguyur hujan,” katanya. Selain harga komoditas yang terpantau naik, kata Wahyu, terdapat sejumlah komoditas lainya yang mengalami penurunan harga. seperti, daging sapi semula Rp 120.000 per kg kini menjadi Rp110.000. Begitupun harga kentang dan tomat, juga mengalami penurunan. Kentang semula Rp 17.000 kini menjadi Rp 14.000 per kg. Sedangkan harga tomat dari Rp 10.000 kini menjadi Rp. 8.000 per kg. “Penurunan harga akibat membludaknya tomat dan kentang dipasar-pasar. Para petani kini memasuki panen raya serempat disentra-sentra pertanian sayur mayur. Sementara permintaan mengalami penurunan, sehingga harga terkoreksi turun,” katanya.***

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X