Rabu, 27 Mei 2020

Dukun Peracun Kopi Sianida Terancam Hukuman Mati

- 4 Oktober 2016, 05:31 WIB
POLISI mencokok dua tersangka pembunuhan korban dengan kopi bercampur potasium sianida di Mapolresta Depok, Selasa 4 Oktober 2016. Seorang tersangka berprofesi sebagai dukun yang mengklaim bisa menggadakan emas.*

DEPOK, (PR).- Dukun berinisial A, tersangka pembunuhan dengan kopi ber‎campur potasium sianida di Kota Dpok diduga melakukan aksi kejahatan secara terencana. Tersangka dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup dan hukuman mati. "Dia sudah punya niat, rencana untuk membunuh korban," kata Kepala Polres Kota Depok Harry Kurniawan di halaman Mapolresta Depok, Selasa 4 Oktober 2016. Awalnya, A meyakinkan korban bisa menarik emas. Korban percaya, dia kumpulakn korban di rumahnya di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, " ucapnya. Di sana, tersangka menuangkan kopi dati dari plastik yang dibawanya. Selepas itu, kopi ditaburi bubuk potasium sianida. Kepada korban, dia mengklaim bubuk tersebut sebagai jamu. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Teguh Nugroho menyatakan tersangka dijerat pasal 340 KUHP terkait dugaan pembunuhan berencana. Sebelumnya diberitakan, identitas dua mayat misterius yang ditemukan warga Kota Depok terkuak. Keduanya diduga merupakan korban pembunuhan. Mayat ditemukan di tempat terpisah Sabtu‎ 1 Oktober 2016 sekira pukul 6.30 WIB. Satu mayat tanpa identitas itu ditemukan di Jalan Pertanian Raya, RT 5, RW 4, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Mayat lain ditemukan di Jalan Makam Kopo, RT 9, RW 9 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo. Mayat di Jalan Pertanian Raya ‎‎memiliki tinggi 167 cm, badan Sedang, rambut lurus. Saat ditemukan, mayat tersebut menggunakan celana jeans dan baju kemeja motif kotak-kotak warna gelap. Sementara itu, mayat di Jalan Makam Kopo memiliki ciri tinggi 165 cm, kulit sawo matang, rambut lurus gondrong, menggunakan celana jeans dan kemeja kotak warna gelap.***

Editor: Bambang Arifianto


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X