170.651 Anak di Subang Belum Punya Akta Kelahiran

- 13 Agustus 2016, 05:59 WIB
KEPALA Disdukcapil Subang Dadang Kurnianudin bersama Asda 1 Asep Nuroni, serta Dandim 0605 Subang Budi Mawardi Syam memimpin Rakor Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Administrasi Kependudukan di Aula Lipi Subang, Jumat, 12 Agustus 2016. Saat ini banyak warga belum terekam datanya dalam SIAK baik kepemilikan KTP maupun akta kelahiran.*
KEPALA Disdukcapil Subang Dadang Kurnianudin bersama Asda 1 Asep Nuroni, serta Dandim 0605 Subang Budi Mawardi Syam memimpin Rakor Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Administrasi Kependudukan di Aula Lipi Subang, Jumat, 12 Agustus 2016. Saat ini banyak warga belum terekam datanya dalam SIAK baik kepemilikan KTP maupun akta kelahiran.*

SUBANG, (PR).- Sebanyak 170.651 anak usia 0 hingga 18 tahun tersebar di Kabupaten Subang diperkirakan belum memiliki akte kelahiran. Jumlah tersebut mengacu pada data base catatan sipil terintegrasi pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan yang perekamannya dimulai tahun 2014 lalu. "Kami saat ini tengah berupaya meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan, termasuk di antaranya kepemilikan akte kelahiran dan e-KTP," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Subang, Dadang Kurnianudin disela-sela acara "Rapat Koordinasi Peningkatan Cakupan Kepemilikan Dokumen Administrasi Kependudukan, di Aula LIPI Subang, 0Jumat, 12 Agustus 2016. Dikatakan Dadang, melalui rakor tersebut bisa dirumuskan formula dan strategi dalam rangka upaya meningkatkan pencapaian cakupan kepemilikan dokumen kependudukan. Selain itu melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan serta pencapaian hasil terhadap target yang telah ditetapkan. "Soalnya perekaman data terintegrasi pada SIAK baru dimulai tahun 2014, sehingga kami harus menyisir kepemilikan dokumen mengacu pada data yang sudah ada sebelumnya," ujarnya. Dijelaskannya, pihaknya berupaya menuntaskan perekaman supaya semua kepemilikan dokumen administrasi kependudukan bisa terintegrasi dalam SIAK. Sebab masih banyak sisa yang belum terekam. KTP elektronik, penduduk yang belum terekam dalam data base tercatat masih 61.167 orang. Selain itu hasil perekaman data yang belum dicetak juga mencapai 27.239. Sedangkan akte kelahiran usia 0 -18 tahun sebanyak 170.651 anak belum terekam pada SIAK. "Jadi akte ini sebenarnya tak semuanya belum punya, mungkin juga sudah punya tapi belum terekam di SIAK jadi sementara kami anggap belum punya. Sama halnya dengan e-KTP, bisa saja ada yang sudah pindah, data ganda, dan meninggal tapi belum terekam," katanya. Dadang menjelaskan terkait kondisi tersebut pihaknya terlebih dahulu melakukan konsolidasi, memastikan data, sehingga bisa dipastikan rencana kerja selanjutnya. "Untuk rekam KTP, kami akan intensifikasi perekaman di sekolah. Sedangkan akte, kami akan menyisir data di masyarakat dan pelayanan di SD, terutama murid kelas 1, PAUD dan TK," katanya.***

Editor: Yusuf Adji


Tags

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X