Jabar Akhir 2021, Dibayangi Corona Dikepung Bencana

Bangunan laboratorium biologi di SMAN 1 Lelea, Indramayu, Jawa Barat, ambruk , Rabu 15 September 2021. Dua ruangan laboratorium dan satu ruangan perpustakaan di sekolah itu ambruk akibat tidak kuat menahan guyuran hujan deras dan angin kencang.
Bangunan laboratorium biologi di SMAN 1 Lelea, Indramayu, Jawa Barat, ambruk , Rabu 15 September 2021. Dua ruangan laboratorium dan satu ruangan perpustakaan di sekolah itu ambruk akibat tidak kuat menahan guyuran hujan deras dan angin kencang. /Antara/Dedhez Anggara

PIKIRAN RAKYAT - Memasuki pertengahan September 2021, sebagian wilayah Jabar dikepung bencana hidrometeorologi. Hampir semua daerah di Jabar memiliki potensi bencana.

Sebagai daerah rawan bencana, Jabar harus bersiap menghadapi bencana alam selain tetap harus menghadapi bencana nonalam, pandemi Covid-19.

”Kita sudah mengantisipasi dengan berbagai langkah, di antaranya penyiapan SDM terutama di kabupaten/kota, penyiapan alat, dan penyiapan mitigasi termasuk logistik. Titik beratnya ada di BPBD kabupaten/kota,” ucap Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jabar Dani Ramdan, Rabu 15 September 2021.

Dani menyebut, sebagian besar bencana di Jabar adalah bencana hidrologi atau selalu berkaitan dengan air, seperti banjir, tanah longsor, tanah bergerak, bahkan tsunami.

Baca Juga: Baru Bahagia Pindah ke AS, Maia Estianty Umumkan Idap Penyakit Langka yang Tak Bisa Sembuh

Musim kemarau saat ini disebut sebagai kemarau basah yang artinya tetap membawa potensi hujan ringan sedang dan besar. Dalam prediksi La Nina BMKG pun disebutkan musim cenderung basah yang artinya intensitas hu jan akan naik 40-80 persen.

”Terutama di daerah nonperkotaan, hampir semua war nanya merah. Di daerahdaerah merah itulah kita antisipasi dengan kesiagaan bencana,” ujarnya.

BMKG menyebut potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia berlaku sejak 14- 20 September 2021.

Peringatan itu muncul menyusul terjadinya cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, Jabar, dan Jatim.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X