Minggu, 7 Juni 2020

Listrik Byar Pet, Salat Tarawih pun Terganggu

- 28 Juni 2016, 07:23 WIB

MAJALENGKA,(PR).- Konsumen listrik di sejumlah wilayah di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka mengeluhkan kerap matinya aliran listrik ke wilayah tersebut sejak tiga hari yang lalu. Akibat kerap matinya aliran listrik terutama pada malam hari cukup menganggu aktivitas warga. Menurut keterangan Dudu Kustiwa warga Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, matinya aliran listrik tesrebut semakin sering sehari bisa terjadi hingga dua kali bahkan tiga kali. Pada Senin 26 Juni 2016 aliran listrik mati hingga cukup lama lebih dari 6 jam. Pertama aliran mati di siang hari, setelah itu menjelang magrib, dan sekitar pukul 20.00 kembali mati hingga pukul 01.30 WIB. Warga yang akan berbuka puasa pun kerepotan karena harus mencari lampu cadangan dan lilin. “Karena mati lampu tadarus pun tidak dilaksanakan, malah di beberapa tempat masih melaksanakan salat tarawih saat mati lampu terjadi.” kata Dudu. Menurut Dedah, listrik di wilayahnya memang kerap byar pet, sehingga warga harus terus menyediakan lilin atau lampu cadangan, agar tidak gelap-gelapan. “Yang aneh ini tidak hujan dan angin pun reda namun listrik kerap mati. Bagi ibu rumah tangga kondisi ini sangat merepotkan terutama di saat masak. Harusnya kalau akan terjadi pemadaman hingga ber jam-jam pihak PLN terlebih dulu memberitahukan kepada konsumen agar konsumen mempersiapkan sejak awal,” ungkap Dedah. Kepala Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih Asep berharap pihak PLN tidak terus menerus melakukan pemadaman, bila terjadi pemadaman bergilir sebaiknya tidak dilakukan di saat bulan Ramadan apalagi di malam hari karena bulan Ramadhan aktifitas warga lebih tinggi. Di malam hari warga melaksanakan solat tarawih dan tadarusan. Bila ada perbaikan jaringan sebaiknya dilakukan saat siang hari agar tidak menganggu aktivitas warga, selain itu PT PLN harus melakukan pemberitahuan terlebih dulu kepada konsumen melalui aparat desa atau langsung kepada konsumen. “Bulan Ramadan itu semua fasilitas publik dan kebutuhan pokok tidak boleh terganggu, apalagi listrik harusnya pemadaman tidak boleh terjadi, bila terjadi gangguan dimohon segera diperbaiki,” ujar Asep. Manajer PT PLN UPJ Majalengka Asmansyah saat dihubungi melalui sambungan telefonnya untuk dimintai konfirmasi soal sering matinya aliran listrik tidak ada jawaban.***

Editor: Tati Purnawati


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X