Jumat, 13 Desember 2019

Diaduk Bersama Pisang di Jalur Offroad

- 13 Juni 2016, 06:00 WIB
TRUK pengangkut pisang milik Asep Sayrhoni yang berangkat dari Kota Cianjur menuju Kecamatan Agrabinta melalui jalur Sagaranten yang berbukit.*

Hari ke-16

-7.412733, 106.776540

 

 TAHUN 2015 saya, wartawan Pikiran Rakyat, Yusuf Wijanarko, melakukan perjalanan solo bertajuk Mapay Jabar. Berbeda dengan perjalanan biasa, perjalanan mengelilingi Jawa Barat saat itu dilakukan murni dengan berburu tumpangan gratis dari masyarakat. Dengan total waktu tempuh 35 hari, berikut ini saya sampaikan kembali kisahnya.

DARI Kota Sukabumi menuju Tegalbuleud sebagai destinasi wisata selanjutnya yang akan dikunjungi, rute paling ringkas tentu melalui jalur Sagaranten daripada memutar via Palabuhan Ratu dan Ujung Genteng. Namun, jalur Sagaranten adalah jalur sepi dan jarang dilalui kendaraan. Artinya, mendapat kendaraan tumpangan akan 2-3 kali lebih sulit dari sebelumnya.

Akan tetapi, saya ambil resiko itu. Setelah menghabiskan semalam di Kota Sukabumi, dari Terminal Sukabumi, saya berjalan kaki, Selasa 21 April 2015 pagi menyusuri lingkungan Pasar Pelita ke sekitar Stasiun Sukabumi lalu berbelok ke selatan ke Jalan Rh Didi Sukardi dan beristirahat semalam di Mapolsek Baros.

Ah, bermalam di kantor polisi memang tidak pernah menyenangkan. Selain sulit tidur nyenyak karena aktivitas yang tiada henti, banyak nyamuk di Mapolsek Baros. Ruangan tempat saya tidur hanya berjarak dari kurang dari 2 meter dari trotoar sehingga bisingnya suara knalpot sduah tak terelakkan. Itulah kenapa tempat kantor polisi harus selalu menjadi pilihan terakhir.

Mobil-mobil menuju kawasan Sukabumi Selatan banyak yang menepi dan beristirahat di Terminal Jubleg, Baros. Di sanalah, pada Rabu 22 April 2015, saya mencari tumpangan. Mustahil rasanya menemukan tumpangan tujuan langsung ke Tegalbuleud seperti yang saya inginkan. Jarak tempuhnya terlampau jauh.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X