Harga Anjlok, Petani Sukabumi Ramai-ramai Tolak Jual Gabah

- 8 April 2016, 19:20 WIB

SUKABUMI, (PR).- Para petani di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat 8 April 2016 menolak menjual hasil pertaniannya usai panen seiring harga jual gabah basah yang anjlok. Petani tidak menyangka hasil pertaniannya terjun bebas hingga kisaran Rp.350.000\karung. Padahal sebelumnya petani menjual gabah seberat 50 kg setiap karungnya dengan harga kisaran Rp. 450.000. "Harga gabah basah dijual petani berkurang cukup besar hingga Rp. 100.000\karungnya. Kami bersepakat tidak menjual gabah hingga harga kembali normal. Gabah kami simpan hingga dua bulan kedepan,” kata petani warga Kampung Babakan Bandung RT 01/06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Rusmiati. Ia mengatakan, para petani sempat syok dengan anjloknya harga gabah yang relatif cukup besar itu. Para petani mengaku hasil panen kurang sebanding dengan biaya operasional bercocok tanam yang dikeluarkan saat musim tanam lalu. “Tidak sebanding dengan biaya pembelian bibit hingga pupuk. Belum termasuk ongkos panen dan pengolahan tanam,” katanya. Petani yang tersebar di Kecamatan Nyalindung memperkirakan merosotnya harga gabah akibat musim panen-raya">panen raya beberapa pekan lalu. Panen raya tidak hanya dilahan pertanian Nyalindung tetapi tersebar di beberapa sentral padi di wilayah Pajampangan. “Mungkin saja gabah melimpah sehingga harga turun,” katanya. Selain petani menolak menjual hasil pertaniannya, kata Rusmiati, hal serupa dilakukan para tengkulak gabah. Mereka menolak membeli hasil pertanian dari petani seiring harga yang anjlok. “Mereka berdalih tidak mau membeli karena harga dipasaran anjlok sehingga sulit memperoleh untung,” kata Rusmiati. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi Sudrajat membenarkan jika Maret 2016 lalu merupakan musim panen-raya">panen raya. Bahkan awal April diharapkan para petani segera mengolah lahan pertanian seiring inetsnitas hujan relatif masih tinggi. “Memasuki April, luasan lahan panen padi mencapai 72 ribu hektare sedangkan pada Maret, luasan lahan panen sekitar 43 ribu hektare,” katanya. Sudrajat berharap seluruh gabah hasil petani dapat dibeli Badan Urusan Logistik Sub Divre Cianjur terutama gabah hasil petani Pajampangan yang kini membludak. “Harapannya target 50 ribu ton gabah dari para petani Sukabumi bisa terserap," kata Sudrajat. Dari data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi, pemenuhan hasil pertanian diperkirakan telah mencapai target. Hasil produksi padi 2015 lalu telah menembus kisaran 865.450 ton dibandingkan setahun sebelumnya, hanya menembus 858.450 ton. “Kami mencapai target dengan kelebihan mencapai 7 ribu ton dibandingkatkan 2014 lalu. Padahal kami sempat dibayang-bayangi musim kemarau yang mengancam lahan petani akibat badai El Nino,” katanya.***

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X