Selasa, 25 Februari 2020

Buruh Tani dan Nelayan Tolak Pembangunan PLTU 2 Indramayu

- 24 Februari 2016, 03:20 WIB
PULUHAN warga yang mengatasnamakan Solitaritas Buruh Tani dan Nelayan Indramayu membentangkan spanduk penolakan pembangunan PLTU 2 di depan kantor Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/2/2016). Mereka menganggap pembangunan tersebut merugikan warga setempat.*

INDRAMAYU, (PRLM).- Puluhan warga yang mengatasnamakan Solidaritas Buruh Tani dan Nelayan Indramayu membentangkan spanduk berisi kata-kata penolakan pembangunan PLTU Indramayu di depan Kantor Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/2/2016). Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan Konsultasi Publik terkait hal yang sama di kantor kecamatan setempat. Salah seorang pendemo, Nur Amin dalam keterangan persnya mengatakan tanah yang akan digunakan PLTU 2 itu adalah tanah produktif. "Dari PLTU Unit 1 saja yang kapasitasnya 3 x 330 Megawatt debunya sudah sangat terasa hingga ke rumah warga di desa-desa sekitar PLTU. Apalagi sekarang yang kapasitasnya lebih besar 2 x 1000 MW," kata Nur Amin menaggapi dampak keberadaan PLTU 2 terhadap lingkungan daerahnya. Dalam spanduk berukuran sekitar 15 meter itu ditulisakan "laut dan lahan kehidupan dan masa depan kami tolak PLTU". Massa berjumlah puluhan itu tidak lama menggelar aksinya karena langsung dibubarkan aparat kepolisian sektor setempat. Polisi beranggapan aksi yang dilakukan di pinggir jalan pantura arah ke Cirebon itu mengganggu arus lalu lintas karena kendaraan yang melintas memelankan lajunya. (Hilmi Abdul Halim/A-147)***


Editor: Hilmi Abdul Halim

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X