Selasa, 25 Februari 2020

Tiga Ruang Kelas SMPN 3 Pagaden Ambruk

- 8 Februari 2016, 09:15 WIB
DUA ruang kelas SMPN 3 Pagaden di Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang ambruk, Minggu (7/2/2016). Selain itu tiga ruang kelas lainnya rusak berat dan terancam ambruk. Akibat kejadian itu lima ruangan kelas dipastikan tak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, rencananya belajar siswa akan digabung.*

SUBANG, (PRLM).- Dua ruang kelas SMPN 3 di Desa Jabong Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, ambruk, dan tiga ruangan lainnya terancam. Akibat kejadian itu, lima ruang kelas dipastikan tak bisa digunakan kegiatan belajar mengajar, Selasa (9/2/2016) besok. Penyebab ambruknya bangunan tersebut diperkirakan tak kuat menahan terpaan hujan deras dan angin kencang yang hampir tiap hari melanda wilayah Subang. Berdasarkan informasi, Senin (8/2/2015) ambruknya dua ruangan kelas di SMPN 3 Pagaden tersebut terjadi, Minggu (7/2/201) sekitar pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Sebab lingkungan sekolah hanya ada sejumlah siswa yang mengikuti ekstrakulikuler pramuka, tengah berada di lapangan. Selain bagian atapnya, dinding tembok bagian belakang dan samping ke dua ruangan masing masing kelas VII A dan VIII E ambruk pula. Sedangkan bagian depannya sudah miring. Demikian pula dengan ruang kelas VIII D yang lokasinya satu unit, menyatu dengan dua ruang kelas ambruk, bagian tembok atapnya sudah miring. Selain itu, dua ruang kelas lainnya yaitu VII B dan VII C sebagian atapnya hancur tertimpa reruntuhan bangunan ambruk. Dengan kondisi tersebut, lima ruang kelas dipastikan tak akan digunakan belajar. Sebab walaupun ada dua ruangan masih utuh, tetapi dikhawatir bisa membahayakan para siswa bila dipaksakan. "Kejadiannya Minggu pagi, waktu kami sedangg latihan pramuka. Bangunan itu ambruknya tak sekaligus. Sebelumnya sudah tanda-tanda dulu yaitu suara cukup keras berasal dari kelas ambruk itu. Perlahan dan akhirnya suara berdentum, pas ambruknya. Kami yang ada dilapangan melihat langsungkejadiannya," kata Wulan (14) dan Tika (14) siswi SMPN 3 Pagaden. Ketua Komite SMPN 3, Manin mengatakan dirinya mengetahui ada ruang kelas ambruk dari laporan pekerja di sekolah. Setelah dilihat ternyata benar, ada dua ruang kelas ambruk, dan tiga ruangan lagi terancam. "Jadi ada lima ruang kelas tak bisa digunakan. Tiga ruang kelas menyatu satu bangunan, di antarnya dua ambruk, dan satu lagi bagian atasnya sudah miring. Sedangkan dua ruangan lagi walaupun beda bangunan tapi sebagian atapnya hancur terkena reruntuhan ruangan ambruk. Posisi dua kelas itu persis disampingnya," ujarnya. Kepala SMPN 3 Pagaden, Dani Thopani, mengatakan setelah mendapat informasi dirinya langsung ke datang ke sekolah. Setelah diperiksa ternyata, ada dua ruangan yang ambruk, yaitu VIII E, dan VII A, serta VIII D yang hampir ambruk. Kemudian dua ruangan lagi kena imbasnnya, yaitu VII B dan VII C. "Kami sudah melapor ke dinas pendidikan, malahan pak kabid dikmenumjur sudah meninjau lokasi," ucapnya. Dikatakan, pihaknya berharap ruang kelas yang hancur bisa dibangun baru secepatnya. Namun sambil menunggu pembangunan selesai, kegiatan belajar mengajar akan digabungkan dengan kelas lain di ruangan yang masih bisa digunakan. "Jadi akan dibuat kelas gemuk, belajarnya digabung. Kalau sebelumnya satu kelas hanya 25 - 30 orang, setelah di gabung per kelas diikuti 40 siswa," tuturnya. Kabid Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Heri Sopandi mengatakan apabila melihat kondisi bangunan yang ambruk, diperkirakan penyebabnya karena kontruksi bangunan sudah lama. "Kalau bagian atapnya direhab tahun 2014 lalu, tapi konstruksi bangunannya masih yang lama, dibangun tahun 1994 lalu," katanya. Dia mengungkapkan pihaknya akan berupaya agar ruang kelas yang ambruk maupun rusak berat bisa segera di perbaiki atau dibangun baru. Namun tentunya ada aturan dan regulasi yang harus ditempuh. "Kami juga akan coba mengajukan ke Pemkab Subang, mudah-mudah bisa menggunakan dana tak terduga. Sebab ini kan termasuk bencana, sebelum kejadian dilanda hujan deras dan angin kencang," tambahnya. Dikatakannya, apabila melihat tiga ruangan yang posisinya satu bangunan sepertinya perlu dibangun baru. Sebab kondisi bangunannya tak memungkinkan bila dilakukan perbaikan sebagian. Sedangkan dua ruangan kelas lagi akan dikaji terlebih dulu kebutuhannya. "Kalau perkiraan kasar, kebutuhan biaya untuk membangun bangunan baru antara Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Namun untuk kepastiannya kami akan melakukan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Bappeda mengenai anggaran maupun aturannya," ujarnya.(Yusuf Adji/A-147)***


Editor: Yusuf Adji

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X