Jumat, 5 Juni 2020

Antisipasi Kebakaran, BPBD Masih Andalkan Damkar Tua

- 3 November 2015, 01:40 WIB
SEJUMLAH personel Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota, Satuan Polisi Pamongraja (Satpol PPP) Kota Sukabumi dan petugas pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi beberapa waktu lalu tengah merusaha memadamkan api saat musibah kebakaran di Pasar Pelita Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, dibayangi kendala terbatasnya, sarana dan prasarana pendukung.*

SUKABUMI (PRLM).- Mengantisipasi bencana kebakaran mengancam pemukiman warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Selasa (3/11/2015) kini dibayangi kendala terbatasnya, sarana dan prasarana pendukung. Selain terbentur terbatasnya armada mobil pemadam kebakaran, juga sebagian besar mobil Damkar telah berusia tua alias sepuh. Walaupun mobil itu, masih layak untuk dipergunakan untuk menjalankan tugasnya, tapi keberadaannya, tidak optimal saat menjalankan tugasnya. Apalagi dari tujuh unit Damkar hanya empat unit yang berfungsi. Bahkan terdapat satu unit mobil Damkar keluaran 1995 masih dioperasionalkan. “Kami sangat membutuhkan sarana pendukung memadai. Secara kuantitas, sebetulnya tujuh unit mobil pemadam kebakaran cukup untuk meng-cover tujuh kecamatan. Tapi kalau bicara kualitas, kami sangat membutuhkan armada dengan fasilitas lebih memadai,” kata Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi Iyus Yusup Permadi, Selasa (3/11/2015). Sementara itu, data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi kasus kebakaran hingga awal November ini teriventarisis mencapai 26 kasus. Jumlah tersebut meningkat sagat signifikat dari dua tahun sebelumnya. Pada 2013 jumlahnya sebanyak 19 kasus, pada 2014 sebanyak 23 kasus, dan pada 2015 sebanyak 26 kasus. “Tren kejadian kebakiaran dalam kurun tiga tahun terakhir relatif meningkat,” ujarnya. Kedati kerugian yang diderita warga sangat bervariasi, kata Iyus Yusuf Permadi, tapi setiap kasus kebakaran warga mengalami kerugian hingga kisaran mencapai sekitar Rp100 juta-Rp150 juta. Adapun nilai kerugian terbesar terjadi pada kebakaran di kawasan Pasar Pelita yang mencapai kisaran Rp. 20 miliar. “Kerugian yang diderita warga sangatlah besar. Tidak termasuk satu orang korban jiwa akibat kebakaran dalam setahun terakhir ini,” ungkapnya. Iyus Yusuf Permadi mengatakan berbagai kejadian kebakaran di Kota Sukabumi mayoritas berada di kawasan permukiman padat penduduk. Kondisi tersebut berdampak terhadap sulitnya personel pemadam kebakaran memadamkan api. “Armada pemadam kebakaran terkadang kesulitan untuk masuk ke permukiman karena saking padatnya. Misalnya seperti kebakaran di Kebonjati beberapa waktu lalu. Mobil kita tidak bisa masuk ke dalam permukiman karena aksesnya kecil dan padat penduduk.Karena itu, BPBD sangat membutuhkan mobil komando yang ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan mobil pemadam kebakaran,” jelasnya. Untuk mengantisipasi penanganan dini kebakaran di permukiman padat penduduk, BPBD sudah menyiapkan alkon (pompa penyedot). Alat tersebut bisa menjadi pengganti mobil pemadam kebakaran asalkan di permukiman tersebut terdapat kolam air atau selokan. “Sebisa mungkin kita selalu berupaya agar pemadaman bisa segera ditangani cepat,” katanya. Wakil Ketua Komisi VI, Dewan Perwakilan Rakyat Repbulik Indonesia (DPR RI), Heri Gunawan mendesak agar Pemkot Sukabumi untuk melakukan peremajaan t sarana dan prasana kendaraan pemadam kebakaran. Apalagi kasus kebakaran di Kota Sukabumi menunjukan angka peningkatan cukup signifikan. “Kami memperoleh laporan dari petugas Damkar, untuk menjaga kebakaran Kota Sukabumi hanya mengandalkan empat unit. Sementara kendaraan yang masih berfungsi berusia tua alias sepuh,” katanya Selain medesak peremajaan kendaraan Damkar, kata Heri Gunawan, Pemkot harus mengoptimalkan sumber daya manusia secara profesional. Kecakapan petugas saat menjalankan tugas merupakan hal mutlak saat menjalankan tugas. Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz, telah mengeluarkan himbauan agar masyarakat menyingkapi ancaman terjadinya bencana kebakaran. Karena pada setiap musim kemarau, kasus bencana kebakaran senantiasa mengalami peningkatan. “Kami mengimbau agar warga untuk meningkatkan kewaspadaan terjadi musibah kebakaran. Musim kemarau kali ini, potensi kebakaran sangat tinggi,” katanya. Mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran, kata Muraz, seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa dan secara rutin memeriksa sumber-sumber api. Terutama yang dapat memicu penyebab terjadinya kebakaran. “Seperti kompor, tungku, jaringan listrik, api rokok dan lain-lain. Warga harus menjauhkan seluruh barang yang mudah terbakar dari sumber api, supaya tidak menimbulkan bencana kebakaran yang fatal,” ujarnya. (Ahmad Rayadie/A-147)***

Editor: Ahmad Rayadie


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X