Kasus DBD di Jawa Barat Tinggi, Jumlah Menurun Dibanding 2020 Lalu

- 6 Agustus 2021, 15:50 WIB
Ilustrasi pengasapan untuk cegah DBD.
Ilustrasi pengasapan untuk cegah DBD. /MUHAMMAD IQBAL

PIKIRAN RAKYAT - Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Jawa Barat M Yudi Koharudin mengakui saat ini kasus DBD Jabar tinggi. Hal itu dikarenakan Jabar merupakan salah satu provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan termasuk wilayah endemik DBD.

“Di sisi lain perilaku masyarakat belum sepenuhnya menjaga kebersihan lingkungannya, masih terdapat tempat penampungan air terbuka tanpa dibersihkan secara berkala dan beberapa sumber perkembangbiakan nyamuk,”ujar dia, Jumat 6 Agustus 2021. 

Berdasarkan data sampai bulan Juni 2021 Angka Kesakitan / Incident Rata Tertinggi yaitu Kota Depok 58,57 kasus/100.000 penduduk, Kota Sukabumi 48,38/100.000 penduduk, Kota Bekasi 48,25/ 100.000 penduduk, Kota Tasikmalaya 48,19/ 100.000 penduduk dan Kota Bandung 47,45/ 100.000 penduduk.

Sementara itu untuk Jumlah kasus terbanyak yaitu Kota Bekasi sebanyak 1.484 kasus, Kota Depok 1.455 kasus, dan Kota Bandung 1.191 kasus.

Baca Juga: Heboh, Asisten Ayu Ting Ting Dituding Jadi Dalang di Balik Akun Hates Nagita Slavina, Fakta atau Fitnah?

"Untuk angka kematian, data sampai bulan Juni tercatat 69 kematian. Kasus paling ada di Kota Tasikmalaya yaitu sembilan kasus kematian, Kabupaten Bogor delapan kematian dan Kota Bekasi tujuh kasus kematian," tutur dia. 

Berdasarkan data, jumlah kasus DBD dan kematian akibat DBD tahun ini dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan. 

Dilihat dari jumlah kasus sampai bulan Juni jika dibandingkan tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 16.396 kasus dengan 131 kematian dan pada tahun 2021 sampai bulan juni 8659 kasus dengan 69 kematian.

Baca Juga: Taufik Hidayat Kritik Pemerintah Soal Bulu Tangkis: Kalau Lagi Juara Gini Euforia tapi...

"Penanganan tetap sesuai SOP dengan melaksanakan penyelidikan epidemiologi dan fogging jika memenuhi syarat yang telah ditentukan dan juga menggalakan kegiatan PSN 3M Plus (Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras, dan Mendaur Ulang) melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik sebagai tindakan preventif pencegahan DBD,"tutur Yudi. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X