Bagus Rangin Layak Peroleh Gelar Pahlawan

- 6 September 2015, 07:32 WIB
SEJUMLAH pembicara memberikan penjelasan tentang perjuangan Bagus Rangin di wilayah di jawa Barat. Seminar diikuti ratusan peserta yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat serta pejabat dari beberapa kabupaten kota, di gedung SKB Majalengka.*

MAJALENGKA,(PRLM).- Sejarawan Nina Herlina Lubis mengatakan, dari hasil penelitian sejarah yang dilakukan Guru Besar Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, memperkuat alasan bahwa Bagus Rangin sangat layak diberi gelar kehormatan oleh pemerintah. Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional Pengusulan Alm.Bagus Rangin sebagai Pahlawan Nasional di Gedung SKB Kabupaten Majalengka. Menurut Nina, almarhum Bagus Rangin memenuhi semua syarat sesuai Undang Undang Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan. Semasa perjuangannya, Bagus Rangin terbukti secara heroik sebagai orang yang gugur membela bangsa dengan melawan penjajahan, dan sampai gugurnya dia tidak pernah menyerah kepada penjajah, justru akhirnya dia dihukum dengan cara sadis, kepalanya dipenggal. "Perjuangan Bagus Rangin memenuhi kriteria khusus. Yang bersangkutan pernah memimpin perjuangan bersenjata dan politik merebut kemerdekaan, tidak pernah menyerah pada musuh dan melakukan pengabdian sepanjang hidupnya," katanya. Menurut Djoko Marihandono narasumber lainnya, perjuangan Bagus Rangin dalam melawan penjajah Belanda terjadi sekitar tahun 1812. Permberontakan Bagus Rangin menjadi ancaman pemerintah kolonial Belanda. Pemberontakan ini berlangsung cukup lama dan sangat merepotkan keberadaan pemerintah kolonial Belanda di Jawa. Salah satu jalan keluar untuk mengatasi itu melalui Nicolas Engelhard, Gubernur Pantai Timur Laut Jawa melakukan perundingan. "Bagus Rangin membela rakyat kecil,tanpa pamrih dan balas jasa. Sehingga ia dikenang sepanjang masa namanya. Mengenai fakta sejarah itu terungkap dalam arsip yang ada di perpustakaan Belanda berjudul Indisch Archief Tijdschrift de Indien, Jilid III tahun 1850," paparnya. Sedangkan Supali Kasim mengatakan, Bagus Rangin diberikan stigma buruk oleh Belanda sebagai sosok perampok, perusuh, pengacau dan berandal sebagaimana tertulis dalam naskah Babad Dermayu (Babad Cirebon II).Stigma buruk itu ditunjukan Belanda karena merasa diusik dan diganggu oleh Bagus Rangin yang melawan Belanda. Menurut dia, nama Bagus Rangin bukan hanya populer di daerah lain, namun di Indramayu nama Bagus Rangin sudah tidak asing lagi sebagai pejuang kemerdekaan dalam mengusir penjajah Belanda. Pemrakarasa Bagus Rangin menjadi Pahlawan Nasional, TB Hasanuddin menambahkan, sebagaimana dari hasil seminar, Bagus Rangin itu sebagai seorang pejuang yang mampu menggerakkan masyarakat mengangkat senjata mengusir penjajah Belanda. Bahkan pertempuran Bagus Rangin itu sudah menggunakan strategi zaman sekarang hingga membuat Belanda kerepotan. "Selama memimpin pemberontakan, Bagus Rangin tak pernah menyerah ke musuhnya. Bagus rangin lebih baik melawan sekalipun anak buahnya menyerahkan diri," tuturnya. Menurut dia, spirit dan nilai-nilai perjuangan Bagus Rangin hidup di tengah-tengah masyarakat Ciayumajakuning. “Pada akhirnya Masyarakat Ciayumajakuning sepakat mengusulkan bagus Rangin diberi gelar sebagai pahlawan nasional dengan mengacu kepada UU No.20 tahun 2009 tentang gelar, tanda Jasa, tanda Kehormatan," ungkapnya. "Dalam seminar itu muncul dinamika dan perbedaan, itu masalah urusan internal. Namun yang pasti kita berharap Bagus Rangin mendapatkan gelar pahlawan nasional. Jadi kegiatan ini jangan diasumsikan untuk membentuk provinsi, atau kepentingan lainnya. Ini murni pengusulan Bagus Rangin agar mendapatkan gelar Pahlawan,"paparnya. Dalam keseampatan yang sama Nina H Lubis menambahkan, soal terpenuhinya seluruh kriteria bagi Bagus Rangin menjadi pahlawan nasional. Hasil seminar akan dirumuskan ke dalam satu usulan disertai alasan dan syarat atau kriteria, termasuk juga dukungan masyarakat dan tokoh-tokoh Jawa Barat. Kemudian diajukan oleh TP2GD ke Gubernur Jawa Barat yang akan dilanjutkan menjadi usulan resmi masyarakat Jawa Barat ke DPR. Setelah digodok di DPR, nanti diusulkan resmi ke pemerintah. Targetnya, usulan sebelum Maret 2016 sudah selesai sehingga April 2016 bisa diajukan untuk memperoleh pertimbangan pemerintah. "Masyarakat Jawa Barat berharap Bagus Rangin bisa menjadi pahlawan nasional dari Jawa Barat yang ke empat belas," tutur Nina Lubis. Hadir pada seminar itu Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purnamawadewi, Bupati Majalengka, Sutrisno,Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi, Bupati Cirebon Sunyaja Purwadi, Mantan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda dan unsur muspida Majalengka, Ketua DPRD Kota Cirebon, Ketua DPRD Kuningan, Ketua DPRD Subang, Ketua DPRD Karawang, Ketua DPRD Indramayu dan ratusan tamu undangan lain.(Tati Purnawati/A-147)***

Editor: Tati Purnawati


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X