Usai Klaster Perumahan dan Pesantren, Muncul Klaster Baru Covid-19 di Kota Bogor

- 9 Juni 2021, 21:05 WIB
Ilustrasi Covid-19. Klaster Covid-19 di Kota Bogor kembali bertambah usai klaster perumahan dan pesantren.
Ilustrasi Covid-19. Klaster Covid-19 di Kota Bogor kembali bertambah usai klaster perumahan dan pesantren. /Pixabay/mohamed_hassan

PIKIRAN RAKYAT - Klaster Covid-19 terus bermunculan di Kota Bogor setelah momen Lebaran usai. Setelah klaster perumahan dan klaster pesantren, kini muncul baru klaster Puskesmas Kayumanis dengan jumlah 11 orang terpapar. 

Menanggapi hal tersebut, Perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Endah Purwanti meminta Pemerintah Kota Bogor memaksimalkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (Tibum) yang mengatur terkait penanganan pandemi.  

Menurut Endah, Perda Tibum merupakan landasan utama dalam langkah penanganan hingga sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang melanggar.

"Kita berharap Pemkot Bogor betul-betul menegakkan Perda nomor 1 tahun 2021 tentang Tibum. Karena disitu jelas dikatakan tentang penanganan pandemi," kata Endah di sela sidang Paripurna DPRD Kota Bogor, Rabu 9 Juni 2021.

Baca Juga: Prancis dan Indonesia Jalin Kerja Sama di Bidang Maritim, Potensi Besar Dilihat Kedua Negara

Endah menilai, sejak kemunculan klaster baru tingkat ketersediaan kasur atau bed occupancy rate (BOR) di Kota Bogor mulai mengalami peningkatan. Bahkan dari catatannya, keterisian kasur di RSUD Kota Bogor sudah mencapai 40 persen.

"Memang kondisi BOR rumah sakit itu sudah mulai naik angkanya. Bahkan RSUD saat ini sudah di angka 40 persen," ujar Endah. 

Oleh karena itu, Endah meminta agar aparat di wilayah tingkat kecamatan bisa memaksimalkan pemberlakuan PPKM Mikro dengan tidak ragu untuk mengambil kebijakan sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran.

Baca Juga: McDonald’s Buka Suara Soal Penyegelan Gerai dan Alasan Tak Sediakan Dine In BTS Meal

Sebab, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan semenjak lebaran silam mulai mengalami penurunan sebanyak 10 persen dan hal itu menjadi perhatian serius karena bisa menjadi penyebab munculnya penularan dan klaster baru.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X