Masih Ada 100 Villa di Wilayah Cipanas Menunggak Tagihan Air PDAM Hingga Rp 250 juta

- 22 Agustus 2013, 14:04 WIB
BEBERAPA Villa di Wilayah Pacet, Cipanas, Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu yang dilihat diatas perbukitan Ciloto. Sedikitnya 100 vila di tiga kecamatan, yaitu Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur masih menunggak tagihan air bersih ke PDAM Tirta Mukti Cianjur hingga nilainya sekitar Rp 250 juta.*

CIANJUR, (PRLM).-Sedikitnya 100 vila di tiga kecamatan, yaitu Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur masih menunggak tagihan air bersih ke PDAM Tirta Mukti Cianjur hingga nilainya sekitar Rp 250 juta dari nilai tunggakan piutang berjalan pelanggan air bersih hingga Agustus 2013 mencapai ratusan juta rupiah. "Kondisi sudah lebih baik dibanding tahun lalu yang nilai tunggakan dari vila saja sekitar 700 juta. Setelah satu tahun kami evaluasi ternyata banyak pemilik vila yang orang luar Cianjur, misalnya dari Jakarta dan Bandung kesulitan untuk membayar dengan praktis. Setelah kami buka layanan fasilitas misalnya pembayaran lewat ATM dan Kantor Pos nilai tunggakan sudah menurun hingga 70 persen," ucap Direktur PDAM Tirta Mukti Cianjur, Herman Suherman usai melakukan kerjasama pembayaran tagihan PDAM dengan Kantor Pos di Kantor Pos Cianjur, Jalan Siti Jenab Cianjur, Kamis (22/8/2013). Meskipun demikian, kata Herman, ada sebagian sudah menunggak lebih dari tiga bulan dan kami terpaksa memutus saluran airnya. "Bagi vila yang tidak bisa kami telusuri pemiliknya ya lebih dari tiga bulan terpaksa kami putus. Namun, bagi pemilik vila yang bisa ditelusuri namanya kami memberikan surat peringatan untuk melakukan pembayaran segera mungkin," katanya. Herman mengatakan pihaknya memang cukup kesulitan menagih tunggakan berjalan dari pelanggan yang merupakan pemilik villa di kawasan Cipanas dan sekitarnya. Pasalnya, mereka tidak setiap hari berada di vila, karena kebanyakan pemiliknya merupakan warga Jakarta. "Banyak juga vila yang sudah pindah tangan atau disewakan. Ini juga agak merepotkan dan jadi kendala," ujarnya. Selain pembayaran melalui Kantor Pos, kata Herman, pihaknya sudah merencakanan adanya pembayaran tagihan online agar memberikan kemudahan bagi pelanggan khusunya pelanggan-pelanggan yang tidak punya banyak waktu untuk mengantre membayar tagihan. "Jadi dengan adanya pembayaran dan aduan secara online, para pelanggan seperti pemilik villa yang kebanyakan berdomisili di Jakarta itu tidak sempat ke Cianjur, mereka bisa melakukan transaksi pembayaran secara online. Kami rencanakan bisa melalui situs internet yang akan kami hidup kembali dan melalui pesan singkat," tuturnya. Hal ini, kata Herman, menjadikan semakin tersendatnya pendapatan bagi PDAM yang berimbas untuk pelayanan air bersih bagi pelanggan. Di satu sisi ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tapi di sisi lain kita terbentur dengan dana akibat mandegnya tunggakan pembayaran dari para pelanggan. "Kami mengharapkan agar masyarakat pelanggan bisa menyelesaikan tunggakan ini agar kami juga bisa memberikan pelayanan maksimal. Misalnya saja dengan mengganti pipa-pipa saluran air yang sudah lapuk, karena berpotensi mengalami kebocoran. Untuk mengganti pipa-pipa ini, tentunya membutuhkan dana yang tak sedikit," tuturnya. Sementara itu, Bupati Cianjur,Tjetjep Muchtar Soleh usai menghadiri suatu acara mengatakan terobosan cara-cara seperti ini akan mampu mendongkrak pendapatan PDAM. Selain itu, Pemkab juga sudah melakuka penyertaan modal bagi PDAM untuk digunakan perbaikan fasilitas air sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa maksimal. "Namun, sebagai BUMD, PDAM Tirta Mukti jangan hanya mengejar keuntungan bisnis tapi juga pelayanan sosial kepada masyarakat tidak mampu. Makanya, Saya sudah meminta Sebanyak 2.000 sambungan instalasi air minum untuk warga Cianjur dengan biaya lebih murah dan dikhsususkan untuk warga kurang mampu," ujarnya. Tjetjep menuturkan sambungan baru nantinya lebih diorientasikan di wilayah dimana sering ada kekurangan air bersih. Tujuh cabang PDAM yang ada di seluruh wilayah Cianjur, yaitu Cabang Cianjur, Pacet, Ciranjang, Cilaku, Cikalongkulong, Cibeber, dan Warungkondang sudah diminta untuk melayani pemasangan baru pada desa yang terjangkau intalsasi PDAM dan sering dilanda kekurangan air bersih saat kemarau. "Penyediaan 2.000 saluran ini tanpa harus menambah instalasi air minum yang baru karena debit air yang PDAM punya masuh cukup. Hanya saja dipotimalkan. Hal ini juga sebagai bentuk peayanan PDAM sebagai perusahaan milik Pemkab Cianjur yang tidak hanya berhitung soal keuntungan semata," tuturnya.(A-186/A-89)***

Editor: Administrator


Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X