Pengembang Grand Wisata Bekasi Gugat Pembangunan Musala dan Larang Pengajian, MUI Meradang

- 4 Maret 2021, 13:56 WIB
Warga menunjukkan bukti gugatan yang dilancarkan pihak pengembang Grand Wisata milik Sinarmas Grup, PT Putra Alvita Pratama, di Pengadilan Negeri Cikarang, Rabu 24 Februari 2021. /Pikiran-rakyat.com/Tommi Andryandy

PIKIRAN RAKYAT – Warga klaster Water Garden Perumahan Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengadukan gugatan yang dilayangkan pengembang PT Putra Alvita Pratama ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Anak perusahaan Sinarmas Group itu mengugat warga lantaran membangun musala di lokasi klaster.

Padahal, musala dibangun di tanah yang dibeli warga secara patungan.

Lebih jauh, gugatan ini pun menjadi sorotan lantaran pengembang  melarang  mengumandangkan azan dengan pengeras suara serta melarang pengajian. 

Baca Juga: KWh Listrik Rusak Akibat Banjir Bekasi, Pelanggan Bisa Datangi Posko Pemulihan PLN di Cikarang

Baca Juga: Diisukan Pernah Melakukan Tindakan Bully Saat SMP, Agensi Ji Soo Angkat Bicara

Larangan itu masuk dalam syarat perdamaian.

“Alhamdulillah, dalam pertemuan itu, MUI beserta para kyai, ustaz dan guru-guru mendukung pembangunan musala tersebut,” kata Rahman Kholid, perwakilan warga sekaligus tergugat, Kamis, 4 Maret 2021.

Dalam pertemuan tersebut, warga Water Garden menjelaskan kronologis munculnya gugatan oleh Sinarmas. 

Baca Juga: Pakar Spesialis China: Butuh 2 hingga 3 Tahun Lagi untuk Capai Herd Immunity bagi Dunia

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X