Penyebab Harga Daging Sapi Alami Kenaikan, Ada Kaitan dengan Kecenderungan Masyarakat

- 21 Januari 2021, 19:18 WIB
Kasat Reskrim M Wafdan Mutaqin disertai Dinas Perdagangan dan Sat Pol PP tengah memantau harga daging dan kebutuhan pangan lainnya di Pasar Kadipaten, Kamis (14/5/2020). Pemantauan untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan tidak adanya pemalsuan daring babi diperdagangkans ebagai daging sapi.* /TATI PURNAWATI/KP

PIKIRAN RAKYAT - Kenaikan harga daging sapi di pasaran saat ini dikarenakan harga sapi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Sementara pasokan sapi lokal belum bisa memenuhi kebutuhan atau permintaan daging sapi masyarakat saat ini.

Tak heran, hal itu membuat sebagian pedagang daging sapi memilih untuk tidak berjualan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Jafar Ismail mengatakan, sebenarnya ketersediaan daging sapi sendiri ada.

Baca Juga: Hoaks yang Menyesatkan Banyak Ditemukan, Tim JSH Klarifikasi 51 Hoaks Vaksinasi Covid-19

"Kalau masyarakat mau memanfaatkan daging beku yang diimpor (harga relatif stabil) tapi karena masyarakat kita itu apa kecenderungannya menyukai daging yang segar, baru dipotong sehingga ini kecenderungannya jadi naik," kata Jagar, Kamis 21 Januari 2021.

Di sisi lain, Jagar tidak memungkiri kenaikan harga daging sapi tidak bisa dihindarkan pasalnya daging sapi yang berasal dari sapi imlor Australia itu naik harganya.

"Populasi di Australia sendiri pada tahun 2019 itu kan terjadi kebakaran. Kemudian pada tahun 2020 terjadi banjir dan ini menurunkan foto populasi sapi sendiri hampir 24% sehingga ke kita lebih sedikit. Jadi supply berkurang," kata dia.

Baca Juga: Dampak Meluapnya Sungai Cikeruh, 3 Desa di Rancaekek Bandung Terendam Banjir

Menurut Jafar, sebenarnya permintaan daging sapi itu sekarang tidak besar karena mereka pedagang daging juga kebanyakan tutup karena pandemi.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X