Tarif Tol BORR Seksi III A Naik Akhir Januari, Wakil Wali Kota Bogor Ungkap Alasannya

- 21 Januari 2021, 17:43 WIB
Ilustrasi tarif tol naik mulai Minggu, 17 Januari 2021. /Pikiran-rakyat.com/Tommi Andryandy

PIKIRAN RAKYAT - Akhir Januari 2021, tarif tol Bogor Outer Ring Road (BORR) akan naik. Kenaikan itu berkaitan dengan pengoperasian Tol BORR seksi IIIA yang akan beroperasi pada akhir bulan ini.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, kenaikan tarif menjadi konsekuensi, karena ada investasi yang cukup besar dalam proses pembangunan Tol BORR seksi III A

Saat ini tarif Tol BORR Seksi III A mulai dari ruas Sentul Selatan - Simpang Yasmin sebesar Rp10 ribu. Dengan adanya penambahan jarak sejauh 2,5 KM hingga Salabenda, maka akan ada penambahan tarif sekitar Rp 4 ribu. Tarif tersebut lanjut Dedie telah disetujui Kementerian PUPR dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Baca Juga: Hingga 2020 Jumlah Penduduk Indonesia Lebih dari 271 Juta Jiwa, Pulau Jawa Paling Tinggi

"Jadi tarif Tolnya kurang lebih Rp14 ribu. Bagi masyarakat yang biasa menggunakan jalan tol tersebut, kenaikan tarif tol yang ada bisa dipahami mengingat nilai investasi yang cukup tinggi yang berdampak langsung pada pembebanan kepada pengguna jalan tol," kata Dedie A Rachim usai mengikuti rapat bersama PT Marga Sarana Jabar, Kamis 21 Januari 2021.

Tol BORR seksi III A sendiri sebenarnya ditargetkan rampung tahun 2020. Namun demikian, pengoperasian tol tersebut sempat tertunda akibat beberapa kendala yang dihadapi PT Marga Sarana Jabar (MSJ) dalam proses pembangunan.

Dirut PT MSJ, Dedi Krisnariawan Sunoto menjelaskan terkait kendala yang dihadapi selama proses pembangunan adalah persoalan klasik, yakni pembebasan lahan atau tanah. Selain itu, biaya konstruksi dalam proses pembangunan jalan tol tersebut terbilang cukup besar, sehingga ia berharap agar dipahami pengguna jalan tol mengingat jalan tersebut adalah jalan layang dengan tiga lajur.

Baca Juga: Pamer Pelukan Hangat dengan Jerinx, Nora Alexandra Singgung Soal Tudingan Miring Kepadanya

"Saya kasih contoh, harga pembangunan jalan tol per kilometernya adalah hampir Rp600 Miliar. Jadi untuk 2,85 KM kurang lebih menghabiskan dana sebesar Rp1,66 Triliun," sebutnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X