Baru Lima Hari Menghirup Udara Bebas, Mantan Kadispora Garut Kembali Ditahan

- 20 Januari 2021, 21:20 WIB
Petugas Kejari Garut menggiring mantan Kadispora Garut, Kuswendi untuk menjalani masa hukuman menyusul adanya putusan majelis hakim MA yang membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Bandung dalam kasus pembangunan bumi perkemahan. /Pikiran Rakyat/Aep Hendy

PIKIRAN RAKYAT - Baru saja lima hari bisa menghirup udara bebas, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Kuswendi, kini kembali harus rela tinggal di balik jeruji besi.

Ia dijemput tim gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dari rumahnya untuk dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Garut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, Sugeng Hariadi, membenarkan pihaknya telah menjemput Kuswendi dari rumahnya di kawasan Limbangan pada Senin (18/1/2021) malam kemarin.

Baca Juga: Grebek Gudang Miras, Kapolres Garut Amankan 300 Dus Minuman Keras

Penjemputan dilakukan dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Garut dengan melibatkan tim gabungan dari Seksi Pidana Umum (Pidum) dan Seksi Intel.

"Benar, tim kami baru saja melakukan penjemputan terhadap mantan Kadispora Garut, Kuswendi dari rumahnya. Penjemputan dilakukan sebagai langkah eksekusi atas putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap Kuswendi dalam perkara pembangunan bumi perkemahan atau buper yang dianggap melanggar hukum," ujar Sugeng, Selasa (19/1/2021).

Dikatakannya, hasil putusan MA dalam upaya hukum kasasi yang ditempuh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Garut menyatakan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang sebelumnya memvonis Kuswendi 1 tahun hukuman dengan masa percobaan enam bulan dan denda Rp 1 miliar subsider tahanan 1 bulan penjara.

Baca Juga: Jawaban Atas Serangan Hamas, Tank Israel Targetkan Jalur Gaza dari Situs hingga Pemukiman Warga

Dalam putusannya bernomor 2251 K/Pid.Sus-LH/2020, tutur Sugeng, majelis hakim di pengadilan MA memutuskan bahwa Kuswendi divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider kurungan 1 bulan penjara.

Sebetulnya putusan MA ini sudah diterima pihak Kejari sejak akhir tahun 2020 akan tetapi karena ada beberapa hal, pelaksanaan eksekusi terhadap Kuswendi baru bisa dilaksanakan saat ini.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X