Sepanjang 2020, Bencana Longsor Jadi yang Paling Mendominasi di Jabar

- 19 Januari 2021, 20:17 WIB
Sisa rumah yang selamat saat terjadi bencana longsor di kawasan Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu, 10 Januari 2021. /Pikiran-rakyat.com/Armin Abdul Jabbar

PIKIRAN RAKYAT -Bencana tanah longsor di Jawa Barat mendominasi catatan jumlah bencana di Jawa Barat sepanjang 2020. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 1.846 bencana telah terjadi selama 2020, 843 di antaranya adalah longsor menjadi bencana mayoritas.

Tak hanya longsor, angin puting beliun pun tercatat terjadi sebanyak 461 kali, disusul banjir terjadi sebanyak 279 kali di Jabar. Lainnya kebakaran hunian 201 kali, kebakaran hutan 37 kali, gempa bumi 15 kali, dan gelombang pasang sepuluh kali kejadian.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar Budi Budiwan Wahyu mengatakan, dari tital bencana tersebut berdampak pada 910.277 jiwa dan 64 korban jiwa.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 20 Januari 2021: Libra, Scorpio dan Sagitarius, Rencanakan Kejutan untuk Pasangan

"Adapun jumlah rumah yang rusak sebanyak 281.733 unit. Di antaranya 274.075 terendam, 1.259 rusak berat, 1.544 rusak sedang dan 4.855 rusak ringan," ucap dia.

Dia menambahkan, pada bulan Oktober menjadi bulan dengan kejadian terbanyak yaitu 270 kali bencana.

Sementara itu, dikutip dari keterangan Humas Jabar, dari 27 kabupaten/kota, 14 daerah masuk kategori risiko bencana tinggi dan 13 daerah berisiko bencana sedang. Artinya, tidak ada daerah di Jabar yang masuk kategori risiko bencana rendah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar Dani Ramdan menyatakan, pihaknya sudah menyusun kajian risiko bencana dan peta rawan bencana sampai ke tingkat desa.

Baca Juga: DPR RI Pastikan Fit and Proper Test Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo Berjalan Terbuka

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X