Kronologi Penculikan dan Pembunuhan Mahasiswa Asal Bandung, Korban Sempat Berkelahi dengan Pelaku

- 15 Januari 2021, 15:38 WIB
Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra didampingi Kasat Reskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana saat menggelar ekspose kasus penculikan dan pembunuhan mahasiswa Universitas Telkom Bandung. /Pikiran Rakyat/Dodo Rihanto

PIKIRAN RAKYAT - Sebelum dihabisi, korban penculikan dan pembunuhan, Fathan Ardian Nurmiftah, sempat berkelahi dengan pelaku JF alias Bang Jo. Saat itu kepala korban dibenturkan ke tembok dan setelah terkapar JF mencekiknya hingga tewas.

Jenazah Mahasiswa Universitas Telkom Bandung itu tidak langsung dibuang. Tetapi dibiarkan selama dua hari di rumah kontrakan pelaku di Dusun Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari.

Kronologi pembunuhan itu disampaikan Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Rama Samtama Putra, saat menggelar ekspose kasus penemuan mayat di saluran irigasi tersier tepi Jalan Syeh Quro, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Baca Juga: Listyo Sigit Prabowo Jadi Calon Tunggal Kapolri, Fadli Zon Singgung Kasus 6 Laskar FPI: PR Penting

"Ketika pelaku meminta uang tebusan kepada orang tua korban, posisi korban sudah meninggal dunia. Itu alibi pelaku untuk mengecoh petugas," kata Rama, Jumat 15 Januari 2021.

Dijelaskan pula, antara korban dengan pelaku sudah saling kenal satu minggu sebelum kejadian. Pada Minggu malam, pelaku mengajak korban untuk main ke rumah kontrakannya di Purwasari.

Saat itu, mereka berangkat bertiga bersama tersangka lainnya AH. Namun, sesampainya di rumah kontrakan, hanya pelaku dan korban yang masuk, sedangkan tersangka AH menunggu di luar.

Baca Juga: Akhirnya Pilih Cerai dari Kiwil, Eva Belisima Peluk Erat Rohimah: Mari Saling Memaafkan

Di dalam kontrakan itu, pelaku berupaya pinjam uang kepada korban tetapi tidak diberi. Akhirnya terjadi perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X