Lokasi Longsor Sumedang Dikepung Potensi Bencana Susulan, Ahli ITB: Paling Jauh Hanya 7 Meter

- 14 Januari 2021, 13:46 WIB
Petugas melakukan pencarian korban longsor Sumedang yang tertimbun tanah di kawasan Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu 10 Januari 2021. /Pikiran-rakyat.com/Armin Abdul Jabbar

PIKIRAN RAKYAT - Ahli bidang longsoran tanah dan geologi teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Imam Achmad Sadisun mengingatkan bahayanya longsor susulan di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Longsor susulan berpotensi terjadi karena terdapat rekahan dengan jarak tujuh meter dari lokasi longsor Sumedang.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim dari kelompok keilmuan Geologi Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB meninjau lokasi terjadinya longsor. 

Baca Juga: Banyak yang Mendadak Darah Tinggi, Baru 4 Orang Berhasil Divaksin Covid-19 di RSHS Bandung

"Kami melihat longsoran susulan belum berhenti. Retakan ternyata masih ada sampai ke jalan di perumahan yang ada di atas dan paling jauh jaraknya 7 meter, tanah itu suatu saat bisa jadi meluncur lagi (longsor)," ujar Imam dalam siaran pers, Kamis, 14 Januari 2021.

Longsor Sumedang, tepatnya yang terjadi di Cimanggung tidak hanya terjadi sekali. Setidaknya ada empat kali kejadian longsoran.

Menurut Imam, jika melihat peta geologi di daerah tersebut, tempat terjadinya longsor masuk zona merah dan kuning. 

 Baca Juga: Serahkan Jasad Pramugara Okky Bisma kepada Keluarga, Direktur Sriwijaya: Putra Terbaik Kami

Dengan demikian, memiliki potensi longsor yang tinggi dan sangat tinggi sehingga perumahan harus dibatasi. 

"Pihak terkait perlu selalu memperhatikan Undang-undang Penataan Ruang dan Lahan di kawasan yang berpotensi longsor," ucap Imam.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X