Kabupaten Tasikmalaya Berlakukan PSBMK jika Ditemukan Kasus Covid-19 di Satu Tempat

- 24 November 2020, 20:02 WIB
Ketua harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zen. /Pikiran-rakyat.com/Aris MF

PIKIRAN RAKYAT -  Saat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya memang diketahui dalam kondisi risiko tinggi. 

Hal ini pun membuat Satuan Tugas Covid-19 harus bekerja lebih ekstra guna mencegah penularan lebih banyak lagi.

Salah satunya yang dilakukan saat ini yakni dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro Komunitas (PSBMK), jika ditemukan adanya penyebaran di lingkungan skup terkecil, seperti pondok pesantren, sarana pendidikan dan wilayah kampung.

 Baca Juga: Juventus vs Ferencvaros Liga Champions: Wojciech Szczesny Ungkap 2 Kekuatan Lawan yang Diwaspadai

Ketua harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zen mengatakan, jika saat ini sudah ada 34 titik tersebar, di 20 kecamatan yang bakalan diberlakukan PSBMK. 

Akan tetapi langkah selanjutnya yakni menunggu hasil tracking dari indikasi penyebaran.

"Kita tunggu dulu hasil tracking, jika hanya satu maka itu cukup isolasi mandiri saja. Namun jika ditemukan lebih dari 2 atau 3, maka kita akan berlakukan PSBMK. Kita akan urut mana yang beresiko paling tinggi," jelas Zen, Selasa, 24 November 2020.

 Baca Juga: Pemprov Kerahkan Ribuan Personel, Ridwan Kamil: Tidak Ada Kaca Pecah dalam Pilkada di Jawa Barat

Satgas juga, dikatakan dia, akan terus melakukan pemantauan intensif di titik tersebut untuk menentukan apakah PSBMK bisa diterapkan atau tidak. 

Zen menambahkan, pihaknya juga melakukan penambahan ruangan khusus bagi pasien bergejala positif Covid-19.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X