Kasus Covid-19 Klaster Pesantren Tidak Bertambah, tetapi Aktivitas Keluar Masuk Ponpes Dilarang

- 24 November 2020, 14:55 WIB
Ilustrasi pencegahan Covid-19 di ponpes. /Pikiran-rakyat.com/Eviyanti

PIKIRAN RAKYAT - Walau telah dilakukan tracking, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster pesantren baru di Kota Tasik tidak bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster pesantren baru di wilayah Kecamatan Cibeureum masih tetap berjumlah 48 orang.

Uus mengatakan, semua yang terkonfirmasi positif sudah menjalani isolasi mandiri di sebuah gedung yang telah disiapkan oleh pihak pesantren. "Santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan yang sehat sudah dipisahkan dan dalam pengawasan tiga dokter puskestren," ujar Uus, Senin, 23 November 2020.

 Baca Juga: Dynamo Kiev vs Barcelona Liga Champions: Polemik Lionel Messi Bisa Jadi Bumerang Barca

Namun demikian ujar Uus, pihaknya masih tetap melakukan tracing terhadap seluruh penghuni pesantren sebanyak 3.500 orang dengan cara bertahap. 

Setiap harinya kondisi kesehatan para penghuni diawasi secara ketat oleh tim kesehatan puskestren dan petugas dinas kesehatan.

"Sejak ditemukan kasus sudah dilakukan isolasi mandiri baik yang terkonfirmasi Covid-19 maupun lingkungan pesantrennya. Artinya tidak boleh ada yang masuk dan keluar dari lingkungan pesantren tanpa melalui pemeriksaan terlebih dahulu," ucapnya.

 Baca Juga: Emisi CO2 di Bumi Terus Merangkak Naik Meski Pandemi Covid-19 Menyerang

Ia meminta para orang tua atau wali santri maupun alumni untuk tidak panik karena santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah dalam penanganan tim kesehatan dengan baik.

"Secara umum kondisi para santri dalam keadaan baik. Mereka tidak bergejala dan kondisinya terus dipantau," tuturnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X