Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 30.2 ° C

Jembatan Ledeng Peninggalan Belanda di Kota Bogor Menanti Perbaikan

Windiyati Retno Sumardiyani
PENGENDARA melintasi Jembatan Ledeng penghubung Kelurahan Kebon Kelapa dan Kelurahan Gunungbatu Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu 10 November 2019. Jembatan peninggalan Belanda tersebut sudah lapuk tetapi selalu dilalui.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PENGENDARA melintasi Jembatan Ledeng penghubung Kelurahan Kebon Kelapa dan Kelurahan Gunungbatu Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu 10 November 2019. Jembatan peninggalan Belanda tersebut sudah lapuk tetapi selalu dilalui.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

USANG, namun intens digunakan. Kalimat tersebut menggambarkan kondisi Jembatan Ledeng. Sebuah jembatan besi berlantai kayu lapuk yang menghubungkan Kampung Sindangsari, Kelurahan Kebonkelapa, dan Kampung Mekarsari, Kelurahan Gunungbatu, Kota Bogor.  

Jembatan yang dibangun di tahun 1800-an oleh Belanda ini nyaris terlupakan oleh Pemerintah Kota Bogor. Padahal, jembatan yang berdiri di atas Sungai Cisadane itu  adalah kepentingan umum bagi masyarakat sekitar. Dengan melalui  jembatan selebar dua meter dan panjang 50 meter itu, warga bisa memperpendek jarak perjalanan. 

Endang Adang (55), warga Kelurahan Gunung Batu menuturkan, setiap harinya jembatan tersebut dapat dilewati kurang lebih 1.000 orang. Meskipun kondisinya lapuk dan usang,  warga terpaksa menggunakan jembatan itu karena perjalananya dinilai lebih efektif.

“Anak sekolah, orang kerja, bahkan orang kabupaten juga banyak lewat sini. Orang Ciomas kalau motong jalan ke stasiun ya lewat sini,” kata Endang saat dijumpai “PR” di kawasan Jembatan Ledeng, Minggu 10 November 2019.

Menurut Endang, kondisi jembatan yang lapuk sering mendapat kunjungan dari para calon anggota legislatif saat berkampanye. Sudah tak terhitung berapa banyak caleg yang menjanjikan akan membangun atau merenovasi jembatan itu. Namun, hasilnya nihil.

Lantai kayu yang keropos terpaksa diganti secara swadaya oleh warga sekitar. Terkadang,  beberapa warga memasang koropak sukarela  di ujung-ujung jembatan.  Uang hasil sumbangan warga yang melintas digunakan untuk mengganti lantai kayu yang keropos.

“Warga di sini sudah enggak ada harapan. Sudah bosan, capek. Pokoknya omdo semua. Dulu wali kota atau wakil juga pernah ke sini, termasuk anggota DPR RI, pokoknya pernah ke sini semua, nyari  suara doang,”  kata Endang.

Dari informasi yang didapat Endang,  belum lama ini pihak kecamatan sudah mengajukan perbaikan dengan mengganti total kayu di Jembatan Ledeng. Namun demikian, Endang tak tahu menahu kapan realisasi perbaikan itu.

Jembatan lapuk makan korban

Ujang Suwardi, pengurus jembatan yang juga warga RT 1/11 Kelurahan Gunungbatu mengatakan,  rusaknya Jembatan Ledeng cukup membahayakan nyawa pengendara yang melintasi jembatan tersebut.  Beberapa kali, pengendara jatuh terperosok karena  goncangan jembatan saat mereka melintas membuat keseimbangan pengendara hilang.

“Banyak pengendara motor yang terjatuh karena ban motornya terselip papan. 2004 kemarin juga ada wanita meninggal karena sandaran di besi yang sudah rapuh, terus jatuh ke bawah, tewas karena kena batu,” kata Ujang.

Besar harapan Ujang, jembatan itu dapat segera diperbaiki. Pasalnya, jembatan itu merupakan akses penting bagi warga. “Terutama besi dan kayunya yang sudah lapuk, kalau dibiarkan takut semakin banyak korban,” ucap Ujang.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait kondisi Jembatan Ledeng, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, perbaikan jembatan sudah pernah diusulkan oleh warga. Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Bogor kemudian menganggarkan Rp 500 juta untuk melakukan perbaikan.

“Pada saat saya berkantor di Kelurahan Gunung Batu pernah diusulkan,  tetapi tidak bisa dilaksanakan karena kemudian diketahui bahwa jembatan tersebut aset PDAM Kota Bogor,” kata Bima.

Menurut Bima, Dinas PUPR Kota Bogor pernah melayangkan surat tersebut kepada PDAM  Kabupaten Bogor. Namun, hingga kini belum direspons.”Kita akan terus upayakan agar jembatan itu bisa diperbaiki karena memang sudah banyak diusulkan warga,” ucap Bima.***

Bagikan: