Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Ledakan Petasan Giring Macan Tutul yang Berkeliaran di Pemukiman Kembali ke Hutan di Pangandaran

Agus Kusnadi
PETUGAS BKSDA dan Perum Perhutani bersama warga melakukan ronda di kawasan hutan di Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kab Pangandaran paska munculnya macan tutul beberapa ratus meter dari pemukiman warga. */Caption foto: Dok BKSDA
PETUGAS BKSDA dan Perum Perhutani bersama warga melakukan ronda di kawasan hutan di Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kab Pangandaran paska munculnya macan tutul beberapa ratus meter dari pemukiman warga. */Caption foto: Dok BKSDA

PANGANDARAN, (PR).- Induk macan tutul yang diduga memiliki dua ekor anaknya yang masih kecil-kecil itu berhasil digiring oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Kabupaten Pangandaran ke dalam hutan. 

Tiga ekor macan tutul yang sempat berkeliaran sekitar ratusan meter dari pemukiman warga di Dusun Cilembu, Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, gal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya bangkai hewan lutung yang diduga telah di mangsa oleh macan tersebut.

Saat diwawancarai Kepala BKSDA Resort Kab Pangandaran Uking Iskandar membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari warga melalui petugas Perhutani bahwa pekan lalu di kawasan Perum Perhutani KPH Ciamis petak 14. Dusun Ciwangkal, Desa Cigugur Kecamatan Cigugur, Kab. Pangandaran melihat keberadaan macan tutul yang keluar dari gua di dalam hutan.

"Mendapat laporan tersebut, kami menugaskan tim petugas dari resor pangandaran bergerak menuju lokasi kejadian dan langsung menemui masyarakat dan petugas Perum Perhutani serta berkoordinasi dengan kepala dusun serta tokoh masyarakat," ujar Uking saat ditemui di ruang kerjanya di Taman Wisata Alam Cagar Alam Pangandaran, Minggu, 10 November 2019.

Di lokasi kejadian lanjut Uking, tim bersama petugas Perum Perhutani dan beberapa warga mengecek lokasi tersebut. Di sana tim menemukan  bangkai lutung yang dimangsa oleh macan tutul serta  jejak macan tutul meskipun sudah tidak terlihat jelas. 

Kata Uking, menurut keterangan dari petugas Perum Perhutani kejadiannya bermula diketahui atas laporan masyarakat bernama Edi warga setempat yang baru pulang dari kebun PHBM di kawasan Perum Perhutani. Ketika itu kata Uking, warga melihat macan tutul keluar dari gua di dalam hutan sedang memangsa lutung.

"Melihat kejadian tersebut kemudian warga yang bersangkutan lari keluar hutan dan langsung melaporkan kepada petugas Perum Perhutani," ujar Uking. 

Menurut Uking, sampai dengan saat ini tim masih berada di lokasi dan sudah berdiskusi bersama tokoh masyarakat dan petugas perum Perhutani untuk mengambil langkah selanjutnya, dan disepakati akan dilakukan perondaan oleh petugas bersama warga.

"Perlu kami sampaikan bahwa meskipun warga sangat resah, namun situasi dan kondisi di lapangan kondusif, tim petugas sudah memberikan arahan agar warga tenang karena akan di tangani oleh petugas BBKSDA Jabar dan Perum Perhutani sampai masyarakat merasa aman. 

"Kita sudah giring macan tutul itu ke dalam hutan pakai petasan, karena biasanya kalau pake petasan, macan tidak mau lagi kembali ke lokasi tersebut dan hanya berkeliaran di dalam hutan aja," kata Uking.

Kecamatan Cigugur merupakan salah satu wilayah pegunungan yang berbatasan dengan kawasan hutan produksi dan hutan lindung.***

Bagikan: