Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Pesta Budaya Ciletuh Sabilulungan di Sukabumi, Bagja keur Balarea

Ahmad Rayadie
PAGELARAN Seni dan Budaya Ciletuh Sabilulungan, Sabtu 9 November 2019 berlansgung meriah. Kegiatan berlangsung hingga Minggu 10 November 2019 dan melibatkan ratusan seniman Sukabumi.*/AHMAD RAYADIE/PR
PAGELARAN Seni dan Budaya Ciletuh Sabilulungan, Sabtu 9 November 2019 berlansgung meriah. Kegiatan berlangsung hingga Minggu 10 November 2019 dan melibatkan ratusan seniman Sukabumi.*/AHMAD RAYADIE/PR

PAGELARAN Seni dan Budaya Ciletuh Sabilulungan, Sabtu 9 November 2019 berlangsung meriah. Tidak hanya warga Sukabumi, wisatawan domestik tumpah ruah memenuhi lokasi pementasan. Mereka antusias menyaksikan pementasan seni tahunan di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark di Kabupaten Sukabumi.

Pentas seni dan budaya yang berlangsung di Balepinton Panenjoan, Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas mengusung tema "Bagja keur Balarea". Acara tersebut berlangsung dua hari dan berakhir Minggu 10 November 2019.

Kegiatan di kawasan destinasi wisata dunia untuk keempat kalinya itu merupakan hasil inovasi masyarakat sekitar yang terhimpun dalam Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (PAPSI)

PAGELARAN Seni dan Budaya Ciletuh Sabilulungan, Sabtu 9 November 2019 berlansgung meriah. Kegiatan berlangsung hingga Minggu 10 November 2019 dan melibatkan ratusan seniman Sukabumi.*/AHMAD RAYADIE/PR

Diperkirakan, terdapat lebih dari 475 pementasan hasil inovasi warga dan para seniman di Sukabumi.

"Kegiatan yang memiliki arti kebahagiaan untuk kita semua yang merupakan perhelatan yang digelar dari rakyat untuk rakyat. Selain itu, gelar seni dan budaya merupakan ajang bagi masyarakat dalam menjaga, merawat, dan melestarikan seni dan budaya," kata ketua Panitia, Taufik Rodibillah.

Ngetrukkeun kabisa

Antusiame senimam ngetrukkeun kabisa, kata Taufik Rodibillah, dapat terlihat dari hampir semua pementasan seni drama dan budaya dengan cipta karya baru. Para seniman berusaha menggali ciri khas daerah masing-masing yang berada di Sukabumi Selatan.

"Sekarang ada beberapa seniman yang menciptakan karya-karya baru. Hanya, seni dan budaya tidak meninggalkan ciri khas Ciletuh Sabilulungan," katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark Iyos Somantri mengapresiasi diselengarakannya berbagai pementasan seni dan budaya.

"Pentas seni dan budaya seniman dan warga menjadi agenda kami. Kami berharap kegiatan  terprogram dengan baik dan betul-betul dapat membangkitkan peran serta masyarakat dan pemberdayaan," katanya.***

Bagikan: