Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Berawan, 20.8 ° C

Polres Banjar Selidiki Ambruknya Proyek Situ Leutik yang Timpa Empat Pekerja

Nurhandoko
ANGGOTA Reskrim Polres Kota Banjar melakukan pemeriksaan terhadap bangunan penataan kawasan wisata Situ Leutik yang roboh hingga menimpa empat pekerja, seorang di antaranya meningal dunia.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
ANGGOTA Reskrim Polres Kota Banjar melakukan pemeriksaan terhadap bangunan penataan kawasan wisata Situ Leutik yang roboh hingga menimpa empat pekerja, seorang di antaranya meningal dunia.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

BANJAR,(PR).- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kota Banjar melakukan penyelidikan intensif kasus ambruknya salah satu bangunan proyek peningkatan kawasan wisata Situ Leutik yang menimpa empat pekerja. Dari empat korban yang seluruhnya pekerja bangunan, seorang di antaranya meninggal dunia dan lainnya luka berat.

Fasilitas yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan tersebut merupakan pelengkap penataan kawasan wisata Situ Leutik. Objek wisata yang terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar itu digadang-gadang bakal menjadi andalan pariwisata di kota paling ujung timur Provinsi Jawa Barat tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan intensif, untuk lebih memastikan penyebab ambruknya salah satu bangunan hingga menimpa pekerja. Apakah kejadian tersebut akibat kelalaian atau hal lainnya. Tunggu saja hasil penyelidikan,” tutur Kapolres Kota Banjar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulian Perdana, Jumat 8 November 2019.

Dia mengungkapkan, ambruknya salah satu bangunan di kawasan wisata Situ Leutik yang masih dalam proses pengerjaan, berlangsung pada Kamis, 7 November 2019. Saat itu empat pekerja tengah berada tidak jauh dari bangunan yang sedang dikerjakan, bangunan mendadak bergoyang dan ambruk.

“Kami sudah minta keterangan beberapa orang saksi, termasuk pekerja bangunan. Hanya saja untuk lebih memastikan penyebabnya harus melalui penyelidikan mendalam,” ujarnya.

Menurut saksi Wawan (48), sekira pukul 08.00 WIB dia mendengar teriakan dari sesama pekerja. Dia melihat bangunan yang dikerjakan goyang. Melihat kondisi yang membahayakan tersbeut, dia spontan berteriak mengingatkan temannya yang dekat dengan bangunan agar segera menyingkir.

“Namun hanya sekejap kemudian bangunan roboh, menimpa empat teman yang berada tidak jauh dari bangunan.  Ada yang tertimpa dan terjepit,” ungkap Wawan.

Empat pekerja yang tertimpa bangunan yakni korban meninggal dunia adalah Tarka (60) warga Desa Panulisan Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. Kemudian korban luka berat dan ringan yakni Rasim (50) dan Ahya (55) yang juga warga Dayeuhluhur, Cilacap, serta Rasim ( 50)  warga Kertabumi, Kabupaten Ciamis.

Seperti diketahui proyek peningkatan pembangunan fasilitas wisata terpadu Situ Leutik, didanai APBD Kota banjar sebesar Rp 2,9 miliar. Salah satu bagian yang dikerjakan adalah bangunan loket. Penataan kawasan wisata terpadu tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).  

Selain dari APBD Kota Banjar, Pemerintah Provinsi Jawa barat juga mengucurkan bantuan untuk penataan fasilitas wisata terpadu Situ Leutik.***

Bagikan: