Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 30.2 ° C

Bukit Suradita Alami Pergerakan, Ratusan Warga Sukabumi Mengungsi

Ahmad Rayadie
ILUSTRASI.*/DOK. PR
ILUSTRASI.*/DOK. PR

PALABUHANRATU, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jumat, 8 November 2019, menyiagakan ratusan relawan seiring pergerakan tanah di Kampung Suradita RT 017 dan 018 RW 008 Desa Ciengang Kecamatan Gegerbitung mulai meningkat.

Pergerakan tanah yang terjadi berpontensi mengancam 545 Kepala Keluarga. Tidak hanya mengancam pemukiman warga, namun juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa warga. Terutama di kawasan bukit yang berada tidak jauh dari pemukiman warga.

"Kami menyiagakan relawan untuk mengantisipasi bencana tanah longsor mengancam keselamatan jiwa warga. Potensi dikawasan bukit Suradita sangat mengancam keselamatan warga," kata Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional, BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Dia mengatakan, pergerakan tanah di bukit Suradita telah berlangsung lama. Hanya saja, potensi pergerakan semakin meningkat seiring intensitas hujan yang terus meningkat. "Potensi kini semakin meningkat dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan jiwa warga," katanya.

PERGERAKAN tanah telah berlangsung kurang dari sepekan ini di Kampung Cikupa RT 22/03, Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi dikhawatirkan meluas.*/AHMAD RAYADIE/PR

Camat Gegerbitung, Endang Suherman  membenarkan pergerakan tanah yang terjadi cenderung meningkat. Dikhawatirkan mengancam keselamatan jiwa, apalagi pergerakan telah memanjang hingga mencapai 100 meter, dan lebar 30 cm. "Bahkan kedalaman antara dua hingga lima meter," katanya.

Endang mengatakan, dari hasil pendataan pergerakan tanah telah mengancam 110 kepala keluarga di Kampung Suradita RT 017/018 Desa Ciengang. Lokasi pergerakan  hanya berjarak 10 meter dari lokasi ditemukannya retakan. 

"Tanah retak ini juga mengancam 1400 jiwa dari 435 kepala keluarga Desa Cijurey yang berada dibawah bukit Suradita. Kami telah berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk melakukan kajian," katanya.***

Bagikan: