Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Waspada Ledakan Populasi Nyamuk DBD di Awal 2020!

Hilmi Abdul Halim
ILUSTRASI nyamuk penyebar DBD.*/DOK. PR
ILUSTRASI nyamuk penyebar DBD.*/DOK. PR

PURWAKARTA, (PR). Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Purwakarta terus meningkat. Selama Januari-September 2019 saja, Dinas Kesehatan setempat mencatat jumlah penderita DBD mencapai 492 orang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Meisera membandingkannya dengan dua tahun sebelumnya. "Pada 2017 jumlahnya 122 orang, 2018 ada 263. Tapi di 2019 sampai September sudah 492 orang," katanya, Kamis 7 November 2019.

Kondisi itu dipicu oleh kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi. Apabila tidak diantisipasi secepatnya, jumlah populasi nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit DBD dikhawatirkan meledak pada awal 2020. "Ledakan populasi nyamuk itu merupakan akumulasi dari sebelumnya. Semacam siklus lima tahunan, itu bisa terjadi tahun depan," ujar Meisera.

Upaya pencegahan penyakit DBD diakui telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di daerahnya. Pemeriksaan Jentik Berkala tersebut dilakukan setiap tiga bulan.

Berdasarkan pantauan  petugas Puskesmas di setiap rumah yang dijadikan sampel, Meisera menyebutkan angka bebas jentiknya masih di bawah minimal 95 persen. "Di kita masih 85 persen angka bebas jentiknya. Itu sudah cukup bagus, tinggal ditingkatkan kesadaran masyarakatnya," katanya.

Karena itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengimbau setiap keluarga memiliki seorang kader Jumantik yang bertanggung jawab untuk rumahnya masing-masing. Secara sederhana, caranya ialah memeriksa jentik yang muncul setiap pekan.

"Untuk mencegahnya, dengan cara menutup tempat penampungan air, menguras tiap pekan, mengubur barang tak terpakai atau kalau bisa mendaur ulang sampah yang masih terpakai," tutur Anne. Selebihnya, masyarakat juga bisa menutup saluran udara dengan penutup anti nyamuk dan menjaga kebersihan.

Menurut laporan Dinas Kesehatan Purwakarta, pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti tidak hanya di wilayah pemukiman padat penduduk seperti Kelurahan Munjul, Kecamatan Purwakarta. Sepanjang tahun ini, nyamuk tersebut juga terpantau di Kecamatan Sukatani, Darangdan, Pasawahan hingga Jatiluhur.***

Bagikan: