Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

UI Kembangkan Pusat Taman Botani dan Konservasi Durian di Sukabumi

Bambang Arifianto
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

DEPOK, (PR).- Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia ‎mengembangkan Arboretum Durio Botanica sebagai pusat taman botani dan konservasi durian di Desa Gandasoli, Sukabumi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai dari pembukaan lahan konservasi, pencarian bibit, dan penanaman berbagai jenis pohon durian dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam pengembangan Arboretum Durio Botanica yang dimulai sejak Februari-Oktober 2019, tim Pengmas FMIPA UI menggandeng Yayasan Pandu Cendekia dan didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI).

Langkah awal kegiatan konservasi durian dilakukan dengan menanam bibit durian bersama warga Desa Gandasoli. Kemudian, tim Pengmas FMIPA UI memfasilitasi pelatihan penanaman durian sekaligus menghibahkan bibit untuk ditanam di kawasan Desa Gandasoli. Selain program tersebut, Tim Pengmas FMIPA UI, Yayasan Pandu Cendekia, dan BUMDes mempersiapkan lahan 5 hektar guna kawasan arboretum.

Nantinya lahan tersebut didorong sebagai kawasan wisata terpadu dengan konsep home stay. Tak hanya itu, akan dibangun pula fasilitas-fasilitas untuk wisatawan, termasuk warung higienis, pondok gunung dari bambu, toilet, jogging, dan bike track.

“Arboretum Durio Botanica merupakan konsep untuk mengembangkan kawasan konservasi durian dari puluhan spesies hingga ribuan varietas yang ada di nusantara maupun mancanegara," kata Retno Lestari selaku pimpinan tim dalam keterangan tertulis Humas UI, Rabu 6 November 2019.

MAHASISWA Universitas Indonesia berpose dalam pelatihan penana‎naman durian bersama masyarakat di Desa Gandasoli, Kabupaten Sukabumi, Rabu (6/11/2019). UI tengah mengembangkan pusat konservasi durian di wilayah tersebut.*/DOK HUMAS UI

Gandasoli dipilih lantaran daerah tersebut terkenal sebagai penghasil durian yang berkualitas dan bagian dari Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu. Geopark merupakan sebuah kawasan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, budaya melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Fajar R Budiman, ketua Yayasan Pandu Cendekia menambahkan bahwa di awal Maret 2019 telah diadakan kontes durian nasional di Sukabumi. Hasilnya, durian dari Gandasoli menempati urutan pertama dan kedua. Hal tersebut memperlihatkan bahwa desa Gandasoli memiliki potensi yang besar untuk pengembangan taman botani dan konsevasi durian.

Kepala Desa Gandasoli, Saeban memaparkan program itu sangat membantu bagi warga desa untuk mendapatkan penghasilan lebih di samping kesehariannya sebagai petani dan buruh ladang. Warga Desa Gandasoli sangat senang dengan dan terbantu adanya program Arboretum Durio Botanica melalui kerjasama dengan UI.

‎Retno berharap pengembangan kawasan arboretum serta wisata terpadu ini dapat menciptakan program yang berkelanjutan bagi masyarakat dengan mengedepankan prinsip konservasi sehingga program yang dijalankan oleh masyarakat dapat berkesinambungan.***

Bagikan: