Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Jembatan Cibeureum Kabupaten Tasikmalaya Dibangun, Akses Penghubung 2 Kecamatan Tutup Sementara

Bambang Arifianto
PEMBANGUNAN Jembatan Cibeureum membuat akses penghubung Kecamatan Cisayong dan Sukahening ditutup sementara.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PEMBANGUNAN Jembatan Cibeureum membuat akses penghubung Kecamatan Cisayong dan Sukahening ditutup sementara.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Penutupan sementara dilakukan di‎ ruas jalan penghubung Kecamatan Cisayong dan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Hal tersebut dilakukan lantaran adanya pembangunan Jembatan Cibeureum di Kampung Cijoho, Desa Sundakerta, Kecamatan Sukahening.

Pembangunan  itu telah berlangsung sejak sebulan lalu untuk mengganti jembatan lama. Emid, 60 tahun, warga Sundakerta menuturkan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan guna memperbesar kapasitas jembatan. Kendati terbilang ramai dilalui, jembatan lama tersebut memang terbilang kecil. Padahal, titian itu menjadi penghubung warga dari Cisayong dan Sundakerta saat bepergian menuju Rajapolah atau Ciawi.

"Dari dulu ramai," kata Emid saat ditemui di lokasi perbaikan jembatan, Kamis 7 November 2019. Beberapa mobil angkutan warga, tuturnya, bahkan kerap mangkal di dekat titian itu.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Desa Sundakerta Acep Syarif H. Saking kecilnya, jembatan tersebut tak bisa dilalui dua mobil yang berpapasan dari arah yang berlawanan. "Kalau ada dua mobil (berpapasan), satu mobil mesti mundur," ucap Acep saat ditemui di Kantor Desa Sundakerta, Kamis siang. Selain kecil dan sempit, kawasan jembatan juga rawan kecelakaan. Pasalnya, akses penghubung itu berada di lembah dengan kelokan medan jalan yang cukup curam. "Banyak (pengendara motor) yang jatuh," ujarnya.

Pengendara nahas tersebut terjungkal saat memacu kendaraannya melintasi jalan menurun sebelum berbelok melintasi jembatan. Bila menikung terlalu tajam, pengendara bisa kehilangan kendali serta terjatuh. Meskipun belum sampai memakan korban jiwa, pengendara kerap terluka karena peristiwa itu. Acep memperkirakan, usia jembatan telah mencapai 200 tahun. Lawasnya umur jembatan terlihat saat pekerja membongkar konstruksinya yang sangat kokoh. Walau ditutup, pengendara motor masih bisa melewati jalan alternatif dengan berbelok ke arah permukiman warga di Cijoho ketika tiba di jembatan.

Pengatur jalan juga terlihat di sana serta siap memberikan infomasi jalur alternatif itu. Untuk pengemudi mobil, opsi lain yang tersedia yakni berbelok masuk ke Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) dengan melalui Desa Kudadepa. Namun mesti diingat, jalur Cisinga pun masih ditutup di wilayah Cisayong. Setelah berbelok di Kudadepa, pengemudi dari arah Singaparna ke arah Ciawi bisa terus lurus di Cisinga karena jalan sudah cukup mulus. Namun jika dari arah sebaliknya, pengemudi yang telah masuk Cisinga bisa kembali masuk ke ruas jalan Sundakerta-Cisayong melalui arah Cigorowong.

WARGA melintasi spanduk pengumuman akses jalan ditutup sementara di kawasan Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 7 November 2019. Pembangunan Jembatan Cibeureum membuat akses penghubung Kecamatan Cisayong dan Sukahening ditutup sementara.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Dalam spanduk proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tasikmalaya, perbaikan jembatan itu dikerjakan oleh pelaksana CV Taruna Putra dengan jangka waktu 90 hari kalender. Nilai proyek mencapai Rp 698.869.000 dengan bersumber dari APBD/DAU. Sementara itu, ‎ pengerjaan Cisinga belum rampung. Pantauan "PR" Kamis siang, ruas jalan yang belum rampung tersebut terlihat sudah diratakan.‎ Sebagian ruas Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) memang ditutup guna penyelesaian pengerjaan proyek tersebut. Penutupan berlangsung hingga rampungnya proyek pada Desember 2019. Penutupan sebagian ruas Cisinga dilakukan dari kawasan Kampung Ganimukti, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong hingga Kampung /Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening.

Seperti diketahui, Pemkab Tasikmalaya menargetkan Cisinga sudah bisa beroperasi sepenuhnya pada 2020. Pengerjaan proyek berlangsung di ruas Cisinga yang belum teraspal sepanjang 2,5 kilometer. Pelaksana proyek adalah CV Nidya Karya Putri dengan sumber dana dari APBD/bantuan Provinsi Jabar senilai Rp 22.860.319.000. Selain merampungan ruas yang belum tuntas, Pemkab juga mengucurkan biaya dari dari dana alokasi umum/APBD Kabupaten Tasikmalaya sekira Rp 5,8 miliar untuk  pemantapan Cisinga di sekitar Cipasung dengan pelaksana yang berbeda. ***

Bagikan: