Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Viral Video Jatah Parkir di Minimarket Bekasi, Polisi Amankan 92 Preman

Riesty Yusnilaningsih
KEPOLISIAN Resor Metro Bekasi Kota mengamankan 92 preman dalam razia pada Selasa 5 November 2019 di sejumlah wilayah.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
KEPOLISIAN Resor Metro Bekasi Kota mengamankan 92 preman dalam razia pada Selasa 5 November 2019 di sejumlah wilayah.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Sebanyak 92 preman terjaring razia yang digelar Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota sepanjang Selasa 5 November 2019 di sejumlah wilayah. Razia itu merupakan aksi reaktif kepolisian atas beredarnya video viral ormas yang meminta “jatah” mengelola parkir di minimarket.

"Ini jawaban kami dalam menegaskan bahwa aksi premanisme tidak ditoleransi di Kota Bekasi," kata Wakil Kepala Polrestro Bekasi Kota Ajun Komisaris Besar Eka Mulyana di Mapolrestro Bekasi Kota.

Para preman yang terjaring diamankan dari berbagai titik dan pekerjaan, baik sebagai juru parkir, pengamen, hingga pemalak.

"Tidak sekadar menindaklanjuti video viral, tapi juga menjawab banyaknya keluhan masyarakat yang masuk melalui laman resmi dan media sosial kami. Perilaku 92 orang ini telah meresahkan masyarakat sehingga dikategorikan sebagai preman," katanya.

Di antara ke-92 preman yang terjaring, 6 di antaranya yang tertangkap tangan melakukan pemungutan uang secara liar di Unit Pelaksana Teknis Dinas KIR. Para preman tersebut mengutip Rp 200.000 hingga Rp 500.000 kepada mereka yang mengurus pembuatan dan perpanjangan KIR.

"Barang bukti sudah kami kantongi, pelaku juga sudah diamankan, tinggal menunggu laporan korban, baru kasusnya diberkaskan untuk diproses lebih lanjut," kata Eka.

Sementara bagi para preman lain yang terciduk, selain dilakukan identifikasi, polisi juga menantikan laporan dari korban yang pernah diperas.

"Jika tidak ada laporan, karena tidak ada barang bukti, mereka akan dilepas setelah dibina selama 24 jam. Namun data mereka telah tercatat sebagai orang yang pernah diamankan polisi karena meresahkan masyarakat," katanya.***

Bagikan: