Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Transaksi Narkoba di Depan SD, Dua Pengedar Ditangkap Warga

Hilmi Abdul Halim
KEPALA Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius beserta jajarannya menunjukkan barang bukti dan para pengedar narkoba di markasnya, Rabu 6 November 2019. Sebanyak 39 pelaku pengedar narkoba ditangkap selama tiga bulan terakhir, salah satunya berkat bantuan warga.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
KEPALA Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius beserta jajarannya menunjukkan barang bukti dan para pengedar narkoba di markasnya, Rabu 6 November 2019. Sebanyak 39 pelaku pengedar narkoba ditangkap selama tiga bulan terakhir, salah satunya berkat bantuan warga.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Polisi Resor Purwakarta menangkap 39 pengedar narkoba dalam tiga bulan terakhir. Beberapa pengungkapan tersebut bisa dituntaskan berkat bantuan warga yang ikut menangkap pelaku secara langsung saat melakukan transaksi.

Salah satunya kasus peredaran narkoba yang melibatkan dua tersangka berinisial D dan N. Tindakan pelaku terungkap saat warga menjalankan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). "Warga mencurigai gerak-gerik pelaku lalu menangkapnya," kata Kepala Polres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius, Rabu 6 November 2019.

Kedua pelaku diketahui sedang bertransaksi narkoba di depan salah satu sekolah dasar di wilayah Kelurahan Nagri Kidul. Kedua pelaku mengaku hanya bertindak sebagai kurir.

Menurut Matrius, para pelaku menggunakan modus tempel dalam proses transaksinya dengan pihak pemesan. Modus tersebut diakui sedang marak di Purwakarta saat ini.

Polisi masih memburu penyuplai narkoba yang menyuruh kedua kurir tersebut. "Sementara untuk warga yang membantu petugas menangkap pelaku akan diusulkan mendapat reward," ujar Matrius.

Kapolres mengungkapkan, total 39 pelaku yang ditangkap dalam tiga bulan terakhir, terbagi ke dalam 29 perkara. "Yang terakhir, kami menangkap pengedar sabu di mana setelah kami kembangkan ditemukan juga 3,5 kilogram ganja di rumahnya di Bandung," kata Matrius.

Matrius menduga para pelaku tersebut terkait dengan jaringan pengedar dari Aceh yang akan beroperasi di wilayah Bandung, Purwakarta, dan sekitarnya.***

Bagikan: