Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 26.8 ° C

Ormas di Bekasi Minta Jatah Kelola Parkir di Minimarket, Rahmat Effendi Menjawab

Riesty Yusnilaningsih
AREA parkir di salah satu minimarket di Kota Bekasi. Pemkot Bekasi mengakomodasi pengelolaan parkir di mininarket kepada sejumlah pihak yang dibekali surat tugas.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
AREA parkir di salah satu minimarket di Kota Bekasi. Pemkot Bekasi mengakomodasi pengelolaan parkir di mininarket kepada sejumlah pihak yang dibekali surat tugas.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan, pelibatan ormas (organisasi masyarakat) dalam menarik retribusi parkir di minimarket merupakan salah satu upaya memberdayakan sumber daya manusia melalui lapangan kerja informal.

"Pada dasarnya, tidak hanya ormas. Semua lini punya hak yang sama. Siapa yang berminat, nantinya dibekali surat tugas dengan masa berlaku tertentu. Jika masa berlaku habis, tidak boleh disalahgunakan," kata Rahmat Effendi, Selasa 5 November 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat Effendi sebagai jawaban atas viralnya video desakan ormas yang ingin mengelola parkir di seluruh minimarket di Kota Bekasi.

Dalam video berdurasi delapan menit itu, terlihat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi Aan Suhanda yang menyetujui keinginan ormas mengelola parkir di minimarket.

Video tersebut menyebar melalui aplikasi percakapan dan media sosial, lengkap dengan narasi yang menyebut bahwa Kota Bekasi mendukung ormas menjadi pemeras pengusaha ritel.

Demi kas daerah

Rahmat mengatakan, Pemkot Bekasi memang tengah menggali potensi pemasukan untuk mengisi kas daerah. Termasuk pula pada 606 minimarket yang bertebaran di seluruh wilayah.

"Menggali ke dalam minimarketnya, tentu tidak mungkin karena pemiliknya telah mengurus perizinan usahanya. Lahan minimarketnya pun tentu sudah dibayarkan pajaknya. Lalu yang memungkinkan ialah parkirnya," katanya.

Perihal parkir, Rahmat Effendi menyebut bahwa ketentuan aturannya sudah jelas yakni Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Demi mendapatkan pemasukan dari potensi parkir, pemerintah menempuh sejumlah skema kerja sama, seperti parkir di pusat perbelanjaan dan di badan jalan.

"Sesuai ketentuan, semua pemasukan parkir yang terhimpun harus disetorkan kepada kas daerah pada hari yang sama. Ini merupakan upaya menggali potensi pemasukan kas daerah sekaligus memperkerjakan sumber daya manusia di sektor informal melalui cara yang dibenarkan aturan yang berlaku," katanya.

Minimarket tak memungut parkir

Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Reza Pahlevi selaku perwakilan pengusaha ritel dan minimarket mengatakan, sejak awal, pihaknya tidak pernah menentukan tarif parkir di seluruh titik gerai Alfamart.

Meski demikian, di beberapa titik gerai, pengurus RT/RW, ormas, serta perseorangan meminta izin untuk mengelola parkir.

“Aslinya, kami tidak pernah mengutip uang parkir di seluruh gerai yang ada,” katanya.

Reza mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah dengan cara mengelola parkir di seluruh gerai toko retail. Namun, manajemen minimarket tidak pernah menyatakan mendukung atau menolak.

“Bagi kami, siapa saja yang mengelola, selama tidak pasang muka seram, nongkrong di salah satu gerai, membuat calon pembeli takut, dan tidak jadi membeli, hal itu boleh saja,” katanya.***

Bagikan: