Pikiran Rakyat
USD Jual 14.004,00 Beli 14.102,00 | Berawan, 26.8 ° C

Bupati Purwakarta Minta Pegawainya Gunakan Kendi untuk Air Minum

Hilmi Abdul Halim
KENDI tanah liat/DOK. PIKIRAN RAKYAT
KENDI tanah liat/DOK. PIKIRAN RAKYAT

PURWAKARTA, (PR).- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menginstruksikan kepada seluruh dinas dan organisasi perangkat daerah agar tak lagi mengonsumsi air minum dalam kemasan di kantor. Mereka diminta gunakan tempat air minum yang lebih ramah lingkungan seperti kendi.

Penggantian tempat air minum dalam kemasan dengan kendi diterapkan guna mengurangi sampah plastik. “Kami punnya kendi tanah dari Plered yang bisa digunakan untuk itu (mengganti air dalam kemasan)," kata Anne Ratna Mustika, Selasa 5 November 2019.

Selain itu, setiap kantor dinas juga disarankan menggunakan dispenser. Sehingga, pegawai yang membutuhkan air minum bisa menggunakan gelas atau tempat air minum pribadi untuk mengambil air dari sana dan meminumnya.

“Para pegawai wajib membawa wadah minum sendiri. Atau, kantor dinas/OPD harus menyiapkan tempat minum yang lebih ramah lingkungan,” tutur Anne Ratna Mustika.

Upaya tersebut menjadi tindak lanjut program pemerintah daerah dalam mengurangi sampah, khususnya dari bahan plastik.

Tak hanya itu, Anne Ratna Mustika sebelumnya juga telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta untuk tidak lagi mengambil sampah yang ada di kantor-kantor pemerintahan.

Hal itu dilakukan menyusul surat edaran bupati untuk seluruh kantor pemerintahan agar menyiapkan tempat pengolahan sampah masing-masing.

Surat edaran bernomor 658.1/3419/BKPSDM itu berlaku sejak Oktober 2019 lalu. “Seluruh kantor pemerintahan, baik OPD, kecamatan, kelurahan, atau desa harus mengelola sampahnya sendiri,” ujar Anne Ratna Mustika.

Surat edaran itu merupakan implementasi UU Nomor 18/2018 tentang pengelolaan sampah. Anne Ratna Mustika berharap perilaku hidup bersih yang dipraktikkan para pegawai pemerintah menjadi contoh bagi masyarakat secara umum.

Dari hasil pantauan di sejumlah kantor dinas pada Selasa 5 November 2019, masih ditemukan air minum dalam kemasan yang disajikan kepada tamu.

Pegawai dinas terkait beralasan, air minum dalam kemasan gelas itu merupakan sisa persediaan mereka yang dihabiskan sebelum mengikuti peraturan bupati.***

Bagikan: