Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31 ° C

Mengenal Lebih Jauh Sosok Dalang Muda Indramayu

Gelar Gandarasa
JAKA Harman (16) tengah memainkan wayang dalam acara Pasar Seni di Gedung Kesenian Mama Sugra, Minggu, 3 November 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
JAKA Harman (16) tengah memainkan wayang dalam acara Pasar Seni di Gedung Kesenian Mama Sugra, Minggu, 3 November 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

TANGAN Jaka Harman begitu lihai saat memainkan sebuah wayang golek lengkap dengan iringan musik gamelan. Penampilannya cukup membuat para penonton terkagum-kagum dengan bakatnya tersebut.

Betapa tidak, sang dalang terbilang masih sangat muda. Remaja laki-laki yang baru menginjak usia 16 tahun itu memang sangat menggemari dunia perwayangan.

Hobi itu ternyata telah ditekuni oleh Jaka  sejak ia duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Bakat itu ia dapatkan dari pamannya yang juga merupakan seorang dalang yakni Ki Ahmadi. Jaka menceritakan, dirinya sangat menggemari cerita terkait sejarah perkembangan Kabupaten Indramayu. Menurutnya kebanyakan cerita perkembangan Indramayu bisa ditemukan dalam seni pewayangan.

Menjadi seorang dalang memang butuh konsentrasi supaya pertunjukkan berlangsung lancar. Dirinya harus menyelaraskan antara ucapannya dengan nada pengiring gamelan. Untuk menguasainya dibutuhkan waktu latihan yang cukup. Selang latihan beberapa bulan, Jaka pun sudah menguasai keahlian tersebut. “Akhirnya saya tertarik juga untuk mempelajari kesenian wayang,” kata Jaka saat tampil dalam acara pasar seni di Gedung Kesenian Mama Sugra, Minggu, 3 November 2019.

Perjuangan mempelajari seni wayang ternyata bukan tanpa halangan. Jaka kerap menerima cibiran dan cemoohan dari teman sebayanya karena hobinya tersebut. Namun ia tak begitu peduli terkait sindiran dari teman-temannya. Sindiran itu malah dijadikannya motivasi untuk tetap berkembang melatih kemampuannya.

“Sering, teman-teman selalu ngomong, kenapa kamu suka wayang sih kaya orang tua saja,” keluhnya. Baginya wayang memang suatu seni yang banyak digandrungi orang tua zaman dahulu. Namun menurutnya tak salah jika para remaja menyukai kesenian tersebut. Jika tak ada generasi muda yang mau berkecimpung di kesenian wayang maka dipastikan dalam beberapa tahun ke depan lagi kesenian tradisional tersebut akan benar-benar punah.

Persoalan itulah yang membuatnya tergerak untuk menekuni bidang kesenian wayang. Dengan turunnya ia ke dunia perwayangan, diharapkan bisa memunculkan minat-minat dari para generasi muda lain. Dia pun siap untuk mengamalkan ilmu yang ia miliki kepada siapa saja yang ingin menekuni perwayangan. Untuk itu, Jaka berharap ke depan ada sebuah sanggar yang mewadahi kesenian wayang dari pemerintah daerah.

Kesenian wayang memang tengah diambang kepunahan karena minimnya generasi penerus. Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Indramayu Dian Pradita Kusuma mengatakan, cukup sulit untuk mencari pedalang-pedalang baru.

Salah satu kendala yang dihadapi yakni para generasi muda sulit memahami bahasa yang dibawakan oleh para dalang. Agar lebih diterima oleh generasi muda dibutuhkan tata bahasa yang lebih komunikatif lagi. Dengan demikian diharapkan secara perlahan para generasi muda bisa ikut menikmati kesenian wayang.***

Bagikan: