Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 30.2 ° C

Pergerakan Tanah di Kadupandak Ciamis Dampak dari Aktifnya Sesar Lembang?

Nurhandoko
RUMAH salah seorang warga Dusun Sukamandi, Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari , Kabupaten Ciamis yang rusak akibat terjadinya pergerakan tanah, Rabu, 30 oktober 2019.*/NURHANDOKO/PR
RUMAH salah seorang warga Dusun Sukamandi, Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari , Kabupaten Ciamis yang rusak akibat terjadinya pergerakan tanah, Rabu, 30 oktober 2019.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS, (PR).- Jumlah rumah yang rusak akibat pergerakan tanah musm kemarau di wilayah Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis bertambah banyak. Setidaknya tercatat sudah 11 rumah warga yang rusak berat dan sedang.

“Pergerakan tanah di wilayah ini, tidak hanya terjadi musim penghujan saja, akan tetapi juga saat kemarau. Kami sudah mengimbau warga yang rumahnya rusak dan rawan ambruk, untuk sementara waktu mengungsi atau tinggal di temat yang lebih aman,” tutur Kepala Desa Kadupandak, Jana Sujana, Rabu, 30 Oktober 2019.

Dia mengungkapkan hasil pantauan sementara, saat  ini tercatat 11 rumah rusak, terletak di Dusun Sukamandi dan Cibogo. Dari keseluruhan rumah rusak tersebut, salah satunya dikosongkan, karena penghuninya memilih mengungsi. Hal itu dilakukan karena kondisi rumahnya sudah mengkhawatirkan.

“Kerusakannya bermacam, berat, sedang dan ringan. Satu keluarga yakni Darto bersama anak dan istri, sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kami juga mengimbau warga lainnya, apabila dirasakan membahayakan, lebih baik mencari lokasi aman,” tambahnya.

Jana mengungkapkan saat ini juga terdapat beberapa retakan tanah cukup lebar. Dikhawatirkan saat musim penghujan bakal memicu longsor, karena posisinya tidak jauh dari tebing. Guna mengantisipasi retakan semakin lebar serta ancaman longsor, lanjutnya, warga diminta menutup retakan dengan tanah.

“Kami bersama warga sudah melakukan gerakan menutup retakan tanah. Dengan demikian ketika turun hujan, air tidak masuk retakan yang dapat memicu longsor,” katanya.

Lebih lanjut Jana yang aktif sebagai Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengungkapkan pada tahun 1992 Badan Geologi pernah melakukan penelitian di wilayah Kadupandak. Ternyata, lokasi Kadupandak berada di sesar Lembang, dengan demikian terjadinya pergerakan sesar akan berdampak pada tanah di atasnya.  

“Infromasi yang kami terima, saat ini Sesar Lembang sedang aktif.  Jadi prediksi saya, pergerakan tanah yang terjadi saat kemarau ini, dampak aktifnya sesar lembang.  Untuk lebih memastikan, saya kira pemerintah atau instansi terkait melakukan penelitian lagi, sehingga masyarakat Kadupandak dapat mengetahui kondisi wilayahnya,” ujar Jana.

Sementara itu Camat Tambaksari Dadang Heriyana mengatakan warga Kadupandak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Warga yang rumahnya rusak berat, diminta dikosongkan, karena rawan ambruk jika pergerakan tanah semakin kuat.

“Untuk menjaga dari hal yang tidak diinginkan, kami minta agar rumah yang rusak berat, dikosongkan, terutama pada malam hari. Warga korban pergerakan tanah baru mendapat bantuan sembako dari BPBD,” tutur Dadang.

Terpisah Kepala BPBD Kabupaten Ciamis Soekiman mengatakan guna mengantisipasi kerusakan lebih parah serta longsor, warga diminta melakukan gerakan menutup retakan tanah. Menutup retakan tanah, lanjutnya dapat mencegah air masuk ke dalam tanah.

“Apalagi menghdapai musim penghujan, tingkat kerawanan longsor bakal semakin meningkat. Untuk itu, saya minta agar warga melakukan gerakan massal menutup retakan tanah di wilayah rawan longsor,” tutur Soekiman usai memimpin rapat menghadapi musim hujan di Kantor BPBD Ciamis.

Dia mengatakan pada peta kerawanan bencana,  beberapa kecamatan terutama di wilayah Ciamis utara termasuk rawan pergerakan tanah dan longsor. Di antaranya Kecamatan Tambaksari, Panawangan, Panumbangan, Panjalu, Cihauebeuti. Rawan banjir dan angin kencang di wilayah selatan, di antaranya Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Purwadadi, Lakbok dan sekitarnya.***

Bagikan: