Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 28.2 ° C

Bapak dan Anak Kena Tembak di Subang

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI penembakan terhadap pelaku curanmor.*/DOK. PR
ILUSTRASI penembakan terhadap pelaku curanmor.*/DOK. PR

SUBANG, (PR).- Dua dari 6 tersangka pencurian sepeda motor yang berhasil diungkap jajaran Unit Reskrim Polsek Jalancagak Subang ternyata seorang bapak dengan anak. Bahkan petugas pun sempat melumpuhkan keduanya dengan cara ditembak bagian kaki.

Kapolres Subang, Teddy  Fanani didampingi Kasat Reskrim AKP M. Ilyas Rustiandi di sela-sela kopi morning dengan jajaran wartawan di Mapolres Jalan Mayjen Sutoyo,Subang, Rabu 23 Oktober 2019 membenarkan kalau keduanya ditembak karena berusaha kabur dan tidak mengindahkan tembakan peringatan.

Terungkapanya kasus ini, pascaditemukannya sepeda motor yang hilang Suzuki Satria FU bernomor polisi T 6448 VS milik korban Mulyana yang disita oleh BPR Subang Cabang Cisalak. Ternyata kendaraan curian itu dibeli dari tersangka Tak warga Kp/Desa Tambakan Kec. Jalancagak dan dibeli dari tersangka DS tiada lain anaknya Tak sendiri yang berbeda alamat tempat tinggalnya.

“Saat akan melakukan penangkapan ternyata keduanya sama-sama tidak mengindahkan peringatan dari anggota dan terpaksa dilumpuhkan dengan menembak bagian kakinya,“ ungkap Kapolres dan kasus ini terus mengembang kalau motor itu hasil curian bersama temannya, GG  warga Kampung Naringgul  serta dititipkan ke CT warga Kampung Cicepot hingga akhirnya dijual  DS kepada ayahnya Tak seharga Rp 1.500.000,-.

Selain itu 2 tersangka Curanmor Yan (27) dan Ya (24) keduanya warga Kecamatan Subang yang merupakan pencuri ranmor cerdik karena setiap diuber bisa menghilangkan jejak. Namun berkat kejelian tim Jatanras Satreskrim dari 3 laporan polisi akhirnya berhasil diungkap dan ditangkap berikut barang bukti 4 motor. 

Kawanan ini pun mengakui kalau aksi pencuriannya tidak hanya satu kali tetapi berkali-kali terutama yang dilakukan DS bersama rekannya tidak hanya di wilayah hukum Polsek Jalancagak tetapi juga di wilayah Polsek Subang berupa sepeda motor Yamaha Mio M3, di Cijambe Yamaha Mio, dan Honda Win dan Desa Tambakan Suzuki Satria FU.

Bahkan, di antara para pelaku tidak hanya menyasar kendaraan bermotor sebagai target kejahatannya, tapi juga rumah kosong dan bengkel. “Jadi tersangka sudah sering menjalankan aksinya, ada yang sudah 4 kali, bahkan 5 kali. Mereka tak hanya menargetkan kendaraan motor sebagai sasaran, tapi juga rumah-rumah kosong dan bengkel,” kata Kapolres seperti dilaporkan wartawan Galamedia, Dally Kardilan.

Keenamnya kini mendekam dalam tahanan Mapolres Subang terancam hukum penjara lebih dari 5 tahun sebagaimana diatur Pasal 363 KUHP dan untuk penadahan atau pertolongan jahat dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.***

Bagikan: