Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Terlalu Mahal, Lelang Barang Bekas Milik Pemkab Tidak Laku

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi lelang mobil dinas bekas.*/ANTARA
FOTO ilustrasi lelang mobil dinas bekas.*/ANTARA

SUMEDANG,(PR).- Akibat harga dasar yang ditawarkannya terlalu tinggi, satu paket barang tidak layak pakai yang dilelang Pemerintah Kabupaten Sumedang, kini gagal terjual.

Barang bekas milik Pemkab Sumedang yang tidak laku terjual dalam proses lelang beberapa waktu lalu itu, yakni Paket 1 yang di dalamnya berisi dua unit mobil bekas merek Daihatsu Feroza dan Toyota Kijang Kapsul dengan harga penawaran terendah Rp 68,4 juta.

"Dalam proses lelang yang dilaksanakan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Provinsi Jawa Barat kemarin itu, memang ada satu paket yang tidak terjual," kata Kepala Bagian Pengelolaan Barang Daerah Setda Sumedang, Asep Darmawan, Selasa 21 Oktober 2019.

Paket 1 yang tidak terjual ini, menurut Asep, memang tidak diminati oleh para peserta lelang dengan alasan harga penawarannya terlalu tinggi, atau di atas harga pasaran barang bekas.

Dijelaskan Asep, proses lelang aset-aset tidak layak pakai ini sepenuhnya dilaksanakan oleh KPKNL Jabar. Pemkab sendiri sejauh ini hanya menyiapkan barang-barang yang akan dilelangnya saja.

Terkait hasil lelang, kata Asep, pihaknya baru menerima informasi secara lisan saja, sebab untuk hasil resmi berita acara proses lelang tersebut baru dikonfirmasikan ke Bandung hari Senin (21/10/2019).

Menurut informasi yang dia terima, dari 8 paket aset tidak terpakai yang dilelang Pemkab Sumedang itu, 7 paket diantaranya laku terjual.
"Barang yang kita lelang itu semuanya ada delapan paket. Sementara yang terjual hanya tujuh paket," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Taufik Rochman.

Ketujuh paket yang telah terjual dalam proses lelang itu, meliputi sejumlah unit motor bekas, pagar besi bekas, mebeuler bekas, dan aset-aset bekas lainnya, dengan nilai penawaran keseluruhan (7 paket) sebesar Rp 48 juta.***

Bagikan: